Petugas PLN IP memastikan pasokan listrik di Karimunjawa terjaga dengan baik. (IDN Times/Dok Humas PLN IP Semarang)
Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto mengatakan, PLN Indonesia Power memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target perusahaan induk. Karena itu, seluruh program yang telah ditetapkan dalam RKAP maupun Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus dijalankan secara disiplin dan tepat waktu.
"PLN Indonesia Power harus memastikan setiap program yang telah ditetapkan dapat dieksekusi secara disiplin, terukur, dan tepat waktu. Dengan komitmen yang kuat, sinergi seluruh insan perusahaan, serta fokus pada operational excellence dan agenda transformasi, saya meyakini target RKAP dan program strategis dalam RUPTL dapat tercapai secara optimal sehingga memberikan nilai tambah bagi perusahaan, pemegang saham, dan masyarakat," ujar Yusuf dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Selain melampaui target penjualan listrik, PLN Indonesia Power juga mencatat Equivalent Availability Factor (EAF) pembangkit non-PLTU sebesar 93,18 persen, lebih tinggi dibanding target RKAP sebesar 90,52 persen. Tingkat kesiapan pembangkit tersebut mencerminkan keandalan operasional perusahaan dalam menjaga pasokan listrik.
Dari sisi pengembangan kapasitas, perseroan berhasil menambah kapasitas pembangkit baru sebesar 2.060 megawatt (MW) sepanjang 2025. Perusahaan juga mengoperasikan tiga unit pembangkit baru yang menjadi bagian dari proyek strategis ketenagalistrikan.
Tak hanya mengandalkan bisnis pembangkitan, PLN Indonesia Power juga mencatat pertumbuhan pada bisnis di luar penjualan listrik atau beyond kWh. Realisasi bisnis tersebut mencapai 156 persen dari target RKAP, ditopang oleh peningkatan layanan operation and maintenance (O&M) serta maintenance, repair, and overhaul (MRO) jasa kelistrikan.
Di bidang lingkungan, perusahaan memperoleh 54 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari pemerintah. Raihan tersebut terdiri atas 7 PROPER Emas, 22 PROPER Hijau, dan 25 PROPER Biru, yang mencerminkan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan implementasi prinsip keberlanjutan.