PLN Indonesia Power Bidik Proyek PLTS 495 MW di Bangladesh

Jakarta, IDN Times - PLN Indonesia Power memperluas jangkauan bisnis energi terbarukan ke level internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bay Group, konglomerasi besar asal Bangladesh.
Kerja sama ini menargetkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 495 MW di Bangladesh.
1. Membuka peluang pengembangan PLTS di 10 lokasi strategis

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan proyek ini merupakan bagian dari program Bangladesh Power Development Board (BPDB) yang membuka peluang pengembangan PLTS di 10 lokasi strategis di seluruh negeri. Dengan kolaborasi ini, PLN Indonesia Power berpeluang mengikuti proses tender sekaligus memperluas portofolio bisnis di sektor energi bersih.
"Dalam kerja sama tersebut, Bay Group menunjuk anak usahanya, Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD (CUSP), perusahaan afiliasi Denmark-Bangladesh yang fokus pada energi surya," kata Bernadus, Kamis (14/5/2026).
2. Memperkuat perseroan di pasar global

Bernadus menekankan, kerja sama ini bagian dari strategi memperkuat peran perusahaan di pasar global. Selain itu, partisipasi dalam proyek PLTS ini menunjukkan komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung transisi energi global serta memperkuat peran perusahaan sebagai pemain utama energi terbarukan.
"Ini proyek pertama kami di Bangladesh. Kami berharap proyek ini berjalan sukses dan menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi di pasar global," ujar Bernadus.
3. Berharap jadi kontribusi pengembangan energi bersih di Bangladesh

Managing Director Bay Group sekaligus Chairman CUSP, Ziaur Rahman, mengatakan PLN Indonesia Power memiliki pengalaman dan kapabilitas kuat di sektor pembangkitan. Lewat kolaborasi ini, Ziaur berharap bisa memperkuat infrastruktur energi bersih, meningkatkan kapasitas energi terbarukan, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon di Bangladesh.
"Kerja sama ini diharapkan mendorong pengembangan energi surya berkelanjutan di Bangladesh. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan sinergi dalam pengembangan infrastruktur energi bersih, meningkatkan kapasitas energi terbarukan, dan mendukung pengurangan emisi karbon di Bangladesh," kata Ziaur.

















