Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pertamina Ungkap Kenapa Harga Pertamax Belum Ikut Turun

Pertamina Ungkap Kenapa Harga Pertamax Belum Ikut Turun
Penggunaan kendaraan bermotor mengisi Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina 44.552.11 di Jalan Kyai Mojo No.52, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Pertamina Patra Niaga belum menurunkan harga Pertamax dan Pertamax Green, masih menunggu hasil evaluasi pasar serta koordinasi dengan pemerintah sebelum menetapkan perubahan harga selanjutnya.
  • Mulai 1 Juli 2026, sejumlah BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan avtur mengalami penurunan harga setelah evaluasi rutin mengikuti dinamika harga minyak dunia.
  • Pertamina memastikan kualitas BBM tetap sesuai spesifikasi agar performa kendaraan dan efisiensi bahan bakar masyarakat tetap optimal meski terjadi penyesuaian harga pada beberapa produk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga untuk Pertamax dan Pertamax Green di tengah kebijakan penurunan sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 Juli 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menyebut kebijakan harga kedua produk tersebut masih dipantau mengikuti perkembangan pasar. Harga itu juga dievaluasi secara berkala bersama pihak terkait serta pemerintah sebelum ditetapkan perubahan lebih lanjut.

"Kalau terkait penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green, tentunya kami akan mengikuti perkembangan selanjutnya dan melakukan evaluasi juga secara berkala bersama dengan pihak-pihak terkait dan pemerintah," katanya pada Rabu (1/7/2026).

1. Penyesuaian BBM nonsubsidi berlaku 1 Juli 2026

d6a46265-79d0-4d1c-8fc4-61840fa32994.jpeg
SPBU Pertamina. (dok. Pertamina)

Pertamina menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian harga merupakan bagian dari evaluasi rutin sesuai mekanisme yang berlaku. Proses tersebut mengacu pada pergerakan harga minyak dunia, kondisi fiskal, serta daya beli dan situasi perekonomian masyarakat.

“Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah”, ujar Kitty.

Dari hasil evaluasi tersebut, beberapa produk seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan avtur tercatat mengalami penurunan harga.

2. Pertamina pastikan kualitas produk tetap terjaga

516353a3-995a-4090-9ec7-fa25e6aa0d3c.jpeg
Melalui aplikasi MyPertamina, konsumen dapat menikmati potongan Rp500 per liter untuk pembelian Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, maupun Pertamax dengan total hemat hingga Rp20 ribu. (Dok. Pertamina)

Pertamina Patra Niaga menegaskan selain menjaga harga tetap kompetitif, perusahaan juga memastikan kualitas BBM sesuai spesifikasi. Dengan begitu, produk yang diterima masyarakat diharapkan tetap memberikan manfaat dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar.

"Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi," tuturnya.

3. Daftar harga BBM nonsubsidi yang turun

SPBU Modular Pertamax Turbo dan Pertamina Dex di MotoGP Mandalika (dok. Pertamina Patra Niaga)
SPBU Modular Pertamax Turbo dan Pertamina Dex di MotoGP Mandalika (dok. Pertamina Patra Niaga)

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 per liter menjadi Rp19.300 per liter atau berkurang Rp1.450 per liter setara 7 persen.

Pertamina Dex turun dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter atau berkurang Rp3.650 per liter setara 15 persen. Dexlite juga mengalami penurunan dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter atau turun Rp3.300 per liter setara 14 persen.

Sementara itu, avtur penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta sebelum pajak turun dari Rp22.190 per liter pada Juni menjadi Rp19.190 per liter pada Juli, atau turun Rp3.000 per liter setara 14 persen.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More