Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PLN-Pertamina Jadi Penyebab Laporan Keuangan Danantara Belum Rampung

PLN-Pertamina Jadi Penyebab Laporan Keuangan Danantara Belum Rampung
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Laporan keuangan Danantara belum rampung karena masih menunggu hasil RUPST dan laporan dari PLN serta Pertamina yang belum selesai.
  • Seluruh BUMN diwajibkan menyetor laporan keuangan paling lambat akhir Juni 2026 agar konsolidasi Danantara bisa diselesaikan tepat waktu.
  • Dony Oskaria menegaskan Danantara akan tetap transparan dan baru merilis laporan setelah seluruh BUMN menyelesaikan proses RUPST masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Memasuki pertengahan 2026, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara belum juga merilis laporan keuangannya.

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, laporan keuangan Danantara merupakan konsolidasi dari laporan keuangan seluruh BUMN yang telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Dony mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan keuangan dari PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Kedua BUMN tersebut dilaporkan belum menggelar RUPST.

“Itu kan konsolidasi, penjumlahan dari buku-buku BUMN-BUMN. Nah BUMN-nya ini sendiri belum selesai, bagaimana kita bisa selesaikan? Hari ini baru selesai yang Telkom. Habis ini tanggal 15, PLN,” ucap Dony di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026).

1. Seluruh BUMN wajib setor laporan keuangan sampai akhir Juni 2026

Ilustrasi Danantara (Foto: IDN Times)
Ilustrasi Danantara (Foto: IDN Times)

Dony menegaskan, seluruh BUMN wajib menyetorkan laporan keuangannya di akhir Juni 2026 ini. Sehingga, BUMN yang belum menyetorkan laporan keuangan harus menggelar RUPST sebelum akhir Juni 2026.

“Nah itu kan, gimana mau jadi laporan keuangan, Pertamina saja belum. Tapi seluruhnya sampai akhir Juni selesai semua. Tapi tanggalnya saya lupa.. Tapi sampai akhir Juni harus selesai,” ucap Dony.

2. Masih bereskan laporan keuangan

Rapat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dengan Dire
Rapat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dengan Direksi PT PLN (Persero), Selasa (2/6/2026). (Dok. BP BUMN)

Dony mengatakan, BUMN yang belum menyetorkan laporan keuangan dikarenakan proses perbaikan masih berlangsung, salah satunya perbaikan dari sisi nilai aset yang melalui proses impairment (penurunan nilai aset).

“Jadi ya, kalau mereka selesai setelah kita lakukan pembersihan bukunya semua, termasuk impairment-impairment yang kita kerjakan, baru selesailah pembukunya Danantara,” tutur Dony.

3. Pastikan Danantara transparan

Media_Center_Thumbnail.jpg
ilustrasi Danantara Indonesia. Dok Danantara

Dony memastikan Danantara akan tetap transparan pada masyarakat. Dia menegaskan, laporan keuangan Danantara akan tetap dirilis setelah semua BUMN tuntas melakukan RUPST dan menyetorkan laporan keuangannya.

“Ini juga disampaikan ke publik. Nanti selalu dibilang kita tidak transparan. Justru, kita kan sedang laporan keuangan Danantara itu kan hasil konsolidasi dari seluruh laporan keuangan BUMN kan? BUMN ini kan sedang kita beresin satu-satu. Dan belum selesai mereka RUPS,” ujar Dony.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More