Jakarta, IDN Times - PT PLN (Persero) mencatat 22,57 gigawatt atau 43 persen dari total pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sudah masuk tahap eksekusi hingga Mei 2026. Itu bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 dengan total kapasitas 52,81 gigawatt (GW)
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan seluruh proyek tersebut berada dalam pemantauan pemerintah setelah adanya kesepakatan antara PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.
"Jadi dari 52,8 sekian gigawatt itu 43 persennya itu pembangkit berbasis EBT ini sudah dalam proses dieksekusi," kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (4/6/2026).
