Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Plus-Minus Private Placement yang Perlu Diketahui Startup

ilustrasi investor
ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Private placement menjadi alternatif IPO bagi startup dan perusahaan tahap awal untuk mendapatkan pendanaan tanpa melewati pasar saham terbuka.
  • Proses penggalangan dana lebih cepat karena beban regulasi yang lebih ringan, namun investor private placement mengharapkan tingkat imbal hasil yang tinggi.
  • Risiko meliputi tuntutan investor akan tingkat bunga yang lebih tinggi, porsi kepemilikan yang besar, dan berkurangnya kendali pendiri akibat peningkatan kepemilikan investor.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Skema pendanaan private placement menjadi salah satu opsi yang digunakan perusahaan, khususnya startup dan perusahaan tahap awal, untuk menghimpun modal di luar mekanisme pasar saham terbuka.

Skema ini kerap dipilih sebagai alternatif penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dalam upaya mendukung ekspansi bisnis. Berikut penjelasannya lebih lanjut!

1. Private placement jadi alternatif IPO

ilustrasi investor
ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Dilansir Investopedia, private placement merupakan penjualan saham secara langsung kepada investor dan institusi tertentu tanpa melalui pasar terbuka. Skema ini menjadi alternatif IPO bagi perusahaan muda yang membutuhkan pendanaan untuk pengembangan usaha.

Startup dan perusahaan tahap awal kerap memilih private placement karena tidak diwajibkan memenuhi tuntutan transparansi seperti dalam proses pendaftaran efek di pasar modal. Investor yang terlibat umumnya merupakan investor berpengalaman dengan ekspektasi imbal hasil yang relatif tinggi.

2. Proses penggalangan dana lebih cepat

Ilustrasi investor (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi investor (IDN Times/Mia Amalia)

Private placement memungkinkan perusahaan muda menghindari proses panjang dan kompleks dalam pendaftaran penawaran saham ke publik. Status sebagai perusahaan terbuka menuntut kewajiban pelaporan keuangan secara triwulanan dan tahunan, yang sering kali dinilai memberatkan bagi perusahaan baru.

Di sisi lain, perusahaan privat dan penjualan saham melalui private placement memiliki beban regulasi yang lebih ringan. Kondisi ini membuat proses penjaminan emisi dapat berlangsung lebih cepat sehingga dana dapat diperoleh dalam waktu yang lebih singkat.

Jika instrumen yang diterbitkan berupa obligasi, perusahaan juga dapat menghindari biaya dan waktu untuk memperoleh peringkat kredit dari lembaga pemeringkat.

Selain itu, private placement memberikan ruang bagi penerbit untuk menawarkan instrumen keuangan yang lebih kompleks kepada investor terakreditasi yang dinilai memahami risiko dan potensi imbal hasilnya.

3. Risiko dan tuntutan investor

Ilustrasi investor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi investor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Di balik kemudahan, pembeli obligasi private placement umumnya mengharapkan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan efek yang diperdagangkan di pasar publik. Seiring dengan risiko yang lebih besar, investor juga dapat mensyaratkan adanya agunan tertentu sebelum membeli obligasi.

Untuk saham, investor private placement dapat meminta porsi kepemilikan yang lebih besar atau dividen tetap per lembar saham. Tuntutan ini berpotensi menekan perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi dalam waktu singkat. Selain itu, terdapat risiko berkurangnya kendali pendiri apabila kepemilikan investor meningkat secara signifikan melalui skema private placement.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

PU Desain Ulang 7 Titik Rawan Banjir di Daerah Aliran Sungai

28 Jan 2026, 08:29 WIBBusiness