IPC TPK Siagakan Terminal Hadapi Lonjakan Arus Barang Jelang Lebaran

- IPC TPK menyiagakan seluruh terminal beroperasi 24 jam nonstop guna menghadapi lonjakan arus barang menjelang Idul Fitri dan mendukung kebijakan pembatasan angkutan selama masa mudik.
- Aktivitas logistik di Terminal Petikemas Domestik meningkat 37,5 persen pada minggu ketiga Ramadan, dipicu naiknya throughput dan frekuensi kapal yang berdampak pada keterisian lapangan penumpukan.
- IPC TPK menerapkan strategi mitigasi, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta mengimbau pelanggan mempercepat pengambilan peti kemas sebelum pembatasan angkutan berlaku untuk mencegah penumpukan pasca-Lebaran.
Jakarta, IDN Times - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memastikan seluruh terminalnya beroperasi penuh selama 24 jam selama sepekan penuh. Tujuannya untuk menghadapi lonjakan arus barang menjelang Idul Fitri.
Hal itu sekaligus untuk menyelaraskan operasional dengan aturan pembatasan angkutan barang saat musim mudik. Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menjelaskan pihaknya telah mengantisipasi kenaikan arus peti kemas dengan memperkuat sistem operasional yang lebih responsif.
"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengaturan pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Untuk itu, IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal selama 24/7, dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel operasional di seluruh lini," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).
1. Aktivitas di terminal domestik naik 37,5 persen

Peningkatan layanan dilakukan menyusul tren kenaikan aktivitas logistik nasional yang mulai terlihat signifikan pada minggu ketiga Ramadan, terutama pada segmen domestik. Di Terminal Petikemas 2 (TP2) Domestik, volume kegiatan tercatat melonjak hingga 37,5 persen dibanding pekan sebelumnya.
Pramestie menyebutkan, kenaikan tersebut dipicu oleh bertambahnya jumlah barang yang masuk (throughput) serta frekuensi kunjungan kapal yang lebih padat. Hal itu pun berdampak langsung pada tingkat keterisian lapangan penumpukan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) di area pelabuhan.
2. Siapkan strategi mitigasi dan koordinasi lintas instansi

Untuk mencegah kepadatan di pelabuhan, IPC TPK telah menerapkan beberapa langkah mitigasi, mulai dari optimalisasi layanan pintu masuk (gate pass) hingga penggunaan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai area penyangga bagi Lini 1.
Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah depo peti kemas di sekitar Tanjung Priok untuk mendukung kelancaran arus barang. Selain itu, pengawasan lalu lintas dan keamanan di titik rawan antrean diperketat dengan menyiagakan petugas Port Facility Security Officer (PFSO).
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta perusahaan pelayaran demi memastikan jadwal kedatangan kapal tetap sinkron. Sinergi antara operator, regulator, dan pengguna jasa diyakini akan menjaga kelancaran rantai pasok nasional.
"Dengan sinergi antara operator terminal, regulator, dan pengguna jasa, kami optimistis arus logistik nasional tetap terjaga dengan baik selama periode Lebaran," ujar Pramestie.
3. Pelanggan diimbau percepat pengambilan barang

Terkait kebijakan pembatasan angkutan barang yang dijadwalkan pada 13 hingga 29 Maret 2026, IPC TPK memperkirakan para pelanggan akan mempercepat proses pengambilan barang sebelum aturan tersebut berlaku.
Oleh karena itu, perusahaan meminta para pengguna jasa untuk segera memindahkan peti kemas mereka ke depo-depo di area Jakarta Utara. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menghindari penumpukan barang yang berlebihan di pelabuhan setelah masa Lebaran usai.
"Percepatan pengiriman sebelum masa pembatasan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran rantai pasok," kata Pramestie.

















