Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PMI Manufaktur Naik, Rupiah Menguat Pagi Ini
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat pada awal perdagangan Jumat, dengan posisi Rp17.939 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.09 WIB.

  • Kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik Timur Tengah masih menjadi tekanan bagi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

  • PMI manufaktur Indonesia kembali masuk zona ekspansi pada September 2026, sementara rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Februari 2026

PMI manufaktur September 2026 menjadi yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, atau sejak Februari 2026.

Agustus 2026

PMI manufaktur berada di level 49,8. Aktivitas manufaktur masih berada dalam fase kontraksi atau penurunan.

September 2026

PMI manufaktur berada di level 52,4 dan kembali ke zona ekspansi. Angka tersebut menunjukkan aktivitas industri sedang tumbuh.

2/10/2026

Rupiah dibuka di level Rp17.961 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat.

09.09 WIB

Rupiah berada di level Rp17.939 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg. Posisi tersebut menguat 27 poin atau 0,15 persen dari penutupan sebelumnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada awal perdagangan Jumat.
  • Who?
    Rupiah, pengamat pasar uang Lukman Leong dan Ibrahim Assuaibi, serta S&P Global dalam rilis data PMI manufaktur.
  • Where?
    Perdagangan rupiah di Indonesia, dengan data Bloomberg sebagai acuan pergerakan kurs.
  • When?
    Awal perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, dengan data hingga pukul 09.09 WIB.
  • Why?
    Penguatan rupiah didukung sentimen positif dari aktivitas manufaktur, sementara kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik menjadi tekanan.
  • How?
    Rupiah dibuka di Rp17.961 per dolar AS, kemudian berada di Rp17.939 per dolar AS atau menguat 27 poin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada Jumat pagi. Nilainya menjadi Rp17.939 per dolar AS. Harga minyak dan keadaan di Timur Tengah bisa membuat rupiah tertekan. Namun, pabrik-pabrik Indonesia mulai tumbuh lagi pada September 2026. Para pengamat memperkirakan rupiah masih naik turun selama perdagangan hari itu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan rupiah pada awal perdagangan menunjukkan adanya pergerakan positif di tengah tekanan dari kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik. Sentimen dalam negeri juga membaik setelah PMI manufaktur kembali ke zona ekspansi pada September 2026. Data tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas industri Indonesia mulai tumbuh kembali setelah mengalami kontraksi pada Agustus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat (2/10/2026). Pada awal perdagangan, rupiah dibuka di level Rp17.961 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.09 WIB, rupiah berada di level Rp17.939 per dolar AS. Rupiah menguat 27 poin atau 0,15 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.966 per dolar AS.

1. Harga minyak dan konflik Timur Tengah masih membayangi rupiah

Pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan terhadap dolar AS. Menurutnya, tekanan tersebut salah satunya berasal dari kenaikan kembali harga minyak mentah dunia.

Kenaikan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut turut dipengaruhi oleh pengerahan kapal induk ketiga oleh AS serta munculnya sinyal bahwa serangan udara terhadap Iran berpotensi berlanjut.

"Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS seiring kenaikan kembali harga minyak mentah dunia, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah," katanya.

2. Aktivitas pabrik Indonesia mulai membaik

Di sisi lain, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi melihat sejumlah data ekonomi dalam negeri memberikan sentimen positif bagi rupiah. Salah satunya terlihat dari aktivitas industri manufaktur Indonesia yang kembali tumbuh pada September 2026.

Berdasarkan data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang dirilis S&P Global, indeks tersebut berada di level 52,4 pada September 2026. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas industri sedang tumbuh.

Capaian tersebut membaik dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level 49,8. Saat itu, aktivitas manufaktur masih berada dalam fase kontraksi atau penurunan. PMI manufaktur September juga menjadi yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, atau sejak Februari 2026.

"Aktivitas manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi pada September 2026 setelah mengalami kontraksi di Agustus," ujar Ibrahim.

3. Rupiah diperkirakan bergerak di Rp17.900-Rp18.030

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat.

Sementara itu, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak naik-turun sepanjang perdagangan dan berpotensi ditutup melemah. Menurut proyeksinya, rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article