Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sinyal Damai Iran-AS Bikin Rupiah Menguat ke Rp17.894

3 min read
Sinyal Damai Iran-AS Bikin Rupiah Menguat ke Rp17.894
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup menguat 0,48 persen ke level Rp17.894 per dolar AS pada perdagangan Rabu.

  • Pelaku pasar mencermati sinyal diplomasi Iran-AS serta pernyataan pejabat The Fed tentang arah suku bunga.

  • Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah pada perdagangan Kamis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (30/9/2026). Rupiah ditutup di level Rp17.894 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 87 poin atau 0,48 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.981 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bahkan sempat menguat hingga 115 poin.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp17.942 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp17.832 hingga Rp17.945 per dolar AS.

  1. 1. Sinyal diplomasi Iran-AS redakan kekhawatiran pasar

    Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan perkembangan hubungan Iran dan AS menjadi salah satu perhatian pelaku pasar saat ini.

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah menerima tanggapan dari AS melalui mediator Qatar di Doha pada Selasa. Tanggapan tersebut berkaitan dengan usulan rencana tujuh hari untuk membangun kepercayaan antara Iran dan AS.

    "Araqchi diperkirakan akan membahas tanggapan AS tersebut di Teheran pada hari Rabu," ujar Ibrahim.

    Sebelumnya, Iran mengajukan proposal selama tujuh hari yang salah satunya membuka peluang untuk kembali menormalkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz. Namun, proposal tersebut sempat ditolak Presiden AS Donald Trump. Qatar kemudian melanjutkan upaya untuk menjadi penengah dalam pembicaraan kedua negara.

    Rencana yang sedang dibahas mencakup sejumlah langkah untuk membangun kembali kepercayaan selama tujuh hari. Salah satunya berkaitan dengan program nuklir Iran. Perbedaan kedua pihak saat ini terutama menyangkut urutan pelaksanaan langkah-langkah tersebut, bukan keseluruhan isi rencana.

  2. 2. Pernyataan pejabat The Fed jadi perhatian

    Selain perkembangan geopolitik, pasar juga mencermati pernyataan para pejabat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mengenai arah suku bunga.

    Presiden Fed New York John Williams mengatakan, The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga. Menurutnya, menjaga stabilitas harga tetap menjadi dasar penting bagi perekonomian. Williams juga memperkirakan tekanan inflasi dapat mereda karena dampak dari berbagai guncangan ekonomi sebelumnya mulai berkurang.

    Sementara itu, Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem menilai kebijakan moneter saat ini masih cenderung mendukung perekonomian. Di sisi lain, pejabat The Fed Goolsbee mengingatkan bahwa inflasi yang terus bertahan dapat menjadi risiko bagi perekonomian.

    "Sementara itu, Gubernur Barr bersikap lebih lugas dengan menekankan perlunya kalibrasi ulang kebijakan serta kenaikan suku bunga lebih lanjut," tutur Ibrahim.

  3. 3. Rupiah diperkirakan melemah pada Kamis

    Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Menurut dia, rupiah berpotensi ditutup melemah dengan pergerakan di kisaran Rp17.890 hingga Rp18.940 per dolar AS.

    Jika dihitung sejak awal tahun, rupiah mencatat sudah melemah sebesar 7,28 persen. Dalam 52 minggu terakhir, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.515 hingga Rp18.209 per dolar AS.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More