Prabowo Mau RI Swasembada Aspal, Dongkrak Penggunaan Asbuton

- Pemerintah menargetkan kemandirian aspal nasional dengan meningkatkan penggunaan asbuton dari Pulau Buton untuk mengurangi ketergantungan pada impor aspal minyak.
- Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan kebijakan agar minimal 30 persen material pembangunan jalan nasional menggunakan asbuton sebagai langkah konkret menuju swasembada aspal.
- Peningkatan pemakaian asbuton diproyeksikan menghemat hingga Rp4 triliun, menambah penerimaan pajak, serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan lapangan kerja baru di sektor industri domestik.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan meningkatkan porsi penggunaan aspal dalam negeri yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara atau yang bernama asbuton (aspal buton).
Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor aspal minyak yang selama ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah yang sangat tegas bahwa Indonesia kalau mau sejahtera, wajib berdiri di atas kaki sendiri, memaksimalkan sumber-sumber daya yang dimiliki serta memperkuat kemandirian nasional di berbagai sektor,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo di kantornya, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
1. Penggunaan asbuton baru 4 persen dari kebutuhan nasional

Dody mengatakan, selama ini kebutuhan aspal nasional mencapai 1 juta ton per tahun, dan diperkirakan naik menjadi 1,5 juta ton per tahun.
Dari total kebutuhan nasional, penggunaan asbuton baru 4 persen, sementara sisanya dipenuhi aspal minyak impor.
“Mungkin hampir 80 persen masih bergantung kepada aspal yang berbasis kepada minyak bumi atau impor,” ucap Dody.
Dia mengatakan, ketergantungan itu memberikan risiko besar bagi Tanah Air, terutama di tengah konflik geopolitik dunia yang mengerek harga minyak mentah.
“Kondisi ini memberi pesan yang sangat jelas bahwa ketergantungan adalah sebuah risiko. Dan dalam pembangunan nasional, risiko harus kita kelola dengan sangat disiplin, agar cost tidak kemudian menjadi meledak,” ujar Dody.
2. Pemerintah mau penggunaan asbuton pada infrastruktur jalan minimal 30 persen

Untuk memastikan penggunaan asbuton meningkat, Kementerian PU memastikan ke depannya 30 persen material aspal untuk pembangunan jalan harus memakai asbuton.
“Kementerian Pekerjaan Umum akan mendorong pemanfaatan kepentingan lokal melalui penggunaan aspal buton dalam konstruksi jalan nasional hingga mencapai minimal 30 persen,” tutur Dody.
3. Bakal beri penghematan hingga Rp4 triliun ke negara

Dody mengatakan, peningkatan penggunaan asbuton akan memberi banyak manfaat bagi Indonesia. Pertama, dari sisi fiskal negara.
“Potensi penghematan negara akan mencapai sekitar Rp4 triliunan, dan dengan penambahan penerimaan pajak sekitar hampir Rp2 triliunan,” ucap dia.
Optimalisasi penggunaan asbuton juga akan mendorong pertumbuhan industri aspal domestik, yang pada akhirnya memperluas lapangan pekerjaan.
“Industri nasional untuk pengolahan aspal buton menjadi berkembang dan bersaing. Setelah itu pengembangan industri aspal buton diperkirakan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi hingga kurang lebih Rp23 triliun, sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Dody.
Dia mengatakan, saat ini teknologi untuk pembuatan asbuton memang belum masif di Indonesia, namun harus ditingkatkan.
“Kita memang harus diakui tidak sedang memilih yang mudah, karena teknologinya belum terlalu masif. Tapi kita lebih memilih untuk berdiri lebih mandiri,” ujar Dody.



















