Prabowo Minta Bank Kembali Salurkan Pinjaman ke Industri Tekstil

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan perbankan kembali membiayai industri tekstil.
Pinjaman dari Himbara dan bank nasional ditujukan terutama untuk perbaikan mesin produksi yang tua.
Pemerintah dan Danantara membahas kebijakan komprehensif, termasuk pembaruan mesin dan teknologi tekstil.
Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar perbankan kembali membiayai industri tekstil. Arahan itu disampaikan dalam pembahasan mengenai industri tekstil yang diikuti Rosan dan Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.
"Dari segi Danantara dan juga investasi, bersama-sama dengan Pak Dony diberikan arahan bagaimana kita, kita tadi pertama dari segi perbankan karena di perbankan memang dulunya dilihat sebagai sunset industry," katanya dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Sunset industry adalah istilah untuk industri yang dianggap sedang mengalami penurunan dan memiliki prospek pertumbuhan yang kurang menjanjikan.
1. Bank diminta biayai perbaikan mesin tekstil

ilustrasi para pekerja pabrik tekstil dengan terampil mengemas produk (pexels.com/EqualStock IN) Prabowo, kata Rosan, mengarahkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank nasional lainnya untuk kembali memberikan pinjaman kepada industri tekstil. Pembiayaan tersebut terutama ditujukan untuk memperbaiki mesin-mesin produksi yang sudah cukup tua.
"Nah itu juga untuk dikembalikan agar Bank Himbara dan juga bank nasional lainnya memberikan pinjaman terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah cukup tua," ujar Rosan.
2. Daya saing produk tekstil jadi perhatian

Pabrik tekstil PT Trisula International Tbk (TRIS). Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu mengatakan kondisi mesin berkaitan dengan daya saing produk tekstil dan garmen Indonesia. Dia menilai daya saing produk dari industri tersebut masih tertinggal.
Karena itu, dukungan dari Bank Himbara dan perbankan nasional perlu disempurnakan agar dapat mendukung kebutuhan industri tekstil, terutama untuk pembaruan mesin dan teknologi.
"Karena memang kita bicara masalah daya saing atau competitiveness dari produk tekstil garmen kita mungkin yang agak ketinggalan. Nah oleh sebab itu bagaimana ini penyempurnaannya dari segi Himbara-nya," tutur Rosan.
3. Pemerintah siapkan kebijakan komprehensif

ilustrasi para pekerja wanita menyortir kain di lingkungan pabrik tekstil (pexels.com/EqualStock IN) Rosan mengatakan penguatan industri tekstil membutuhkan kebijakan yang mencakup berbagai aspek. Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan pemerintah bersama Danantara mengenai kondisi dan kebutuhan industri tekstil.
"Karena ini memang dibutuhkan suatu kebijakan yang sangat komprehensif," kata mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























