Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Minta Bank Kembali Salurkan Pinjaman ke Industri Tekstil
Presiden Prabowo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025. (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto mengarahkan perbankan kembali membiayai industri tekstil.

  • Pinjaman dari Himbara dan bank nasional ditujukan terutama untuk perbaikan mesin produksi yang tua.

  • Pemerintah dan Danantara membahas kebijakan komprehensif, termasuk pembaruan mesin dan teknologi tekstil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (22/9/2026)

Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar perbankan kembali membiayai industri tekstil dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto mengarahkan perbankan kembali membiayai industri tekstil.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, Rosan, Dony Oskaria, Himbara, dan bank nasional lainnya terlibat dalam pembahasan.
  • Where?
    Arahan disampaikan dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • When?
    Selasa (22/9/2026).
  • Why?
    Pembiayaan ditujukan untuk memperbaiki mesin produksi yang cukup tua serta mendukung daya saing produk tekstil dan garmen Indonesia.
  • How?
    Himbara dan bank nasional lainnya diarahkan memberikan pinjaman, terutama bagi pembaruan mesin dan teknologi industri tekstil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Presiden Prabowo Subianto meminta bank memberi pinjaman lagi untuk industri tekstil. Rosan menyampaikan arahan itu bersama Dony Oskaria. Uangnya terutama untuk memperbaiki mesin produksi yang sudah tua. Pemerintah dan Danantara juga sedang membahas kebutuhan industri tekstil, termasuk mesin dan teknologi supaya produk tekstil dan garmen lebih bisa bersaing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Arahan pembiayaan bagi industri tekstil membuka ruang untuk perbaikan mesin produksi yang sudah tua. Pembaruan mesin dan teknologi menjadi bagian dari kebutuhan yang dibahas pemerintah bersama Danantara. Dukungan perbankan juga ditempatkan dalam upaya menyempurnakan kebutuhan industri tekstil dan garmen terkait daya saing produk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar perbankan kembali membiayai industri tekstil. Arahan itu disampaikan dalam pembahasan mengenai industri tekstil yang diikuti Rosan dan Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.

"Dari segi Danantara dan juga investasi, bersama-sama dengan Pak Dony diberikan arahan bagaimana kita, kita tadi pertama dari segi perbankan karena di perbankan memang dulunya dilihat sebagai sunset industry," katanya dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Sunset industry adalah istilah untuk industri yang dianggap sedang mengalami penurunan dan memiliki prospek pertumbuhan yang kurang menjanjikan.

1. Bank diminta biayai perbaikan mesin tekstil

ilustrasi para pekerja pabrik tekstil dengan terampil mengemas produk (pexels.com/EqualStock IN)

Prabowo, kata Rosan, mengarahkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank nasional lainnya untuk kembali memberikan pinjaman kepada industri tekstil. Pembiayaan tersebut terutama ditujukan untuk memperbaiki mesin-mesin produksi yang sudah cukup tua.

"Nah itu juga untuk dikembalikan agar Bank Himbara dan juga bank nasional lainnya memberikan pinjaman terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah cukup tua," ujar Rosan.

2. Daya saing produk tekstil jadi perhatian

Pabrik tekstil PT Trisula International Tbk (TRIS).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu mengatakan kondisi mesin berkaitan dengan daya saing produk tekstil dan garmen Indonesia. Dia menilai daya saing produk dari industri tersebut masih tertinggal.

Karena itu, dukungan dari Bank Himbara dan perbankan nasional perlu disempurnakan agar dapat mendukung kebutuhan industri tekstil, terutama untuk pembaruan mesin dan teknologi.

"Karena memang kita bicara masalah daya saing atau competitiveness dari produk tekstil garmen kita mungkin yang agak ketinggalan. Nah oleh sebab itu bagaimana ini penyempurnaannya dari segi Himbara-nya," tutur Rosan.

3. Pemerintah siapkan kebijakan komprehensif

ilustrasi para pekerja wanita menyortir kain di lingkungan pabrik tekstil (pexels.com/EqualStock IN)

Rosan mengatakan penguatan industri tekstil membutuhkan kebijakan yang mencakup berbagai aspek. Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan pemerintah bersama Danantara mengenai kondisi dan kebutuhan industri tekstil.

"Karena ini memang dibutuhkan suatu kebijakan yang sangat komprehensif," kata mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article