Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Sebut Inflasi Bisa Bayar Utang AS, Bagaimana Caranya?

4 min read
Trump Sebut Inflasi Bisa Bayar Utang AS, Bagaimana Caranya?
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Brandon Mowinkel)
  • Trump menyatakan inflasi tertentu dapat membantu membayar utang AS yang telah melampaui 40 triliun dolar, meski ia tidak menjelaskan mekanisme spesifiknya.
  • Inflasi dapat menggerus nilai riil utang berbunga tetap dan meningkatkan GDP nominal, sehingga rasio utang terhadap GDP berpotensi terlihat lebih rendah.
  • Manfaat tersebut dapat tertutup bunga utang baru yang lebih mahal; inflasi tinggi juga menekan daya beli dan PCE AS pada Agustus 2026 masih 3,4 persen, di atas target Fed 2 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Utang pemerintah Amerika Serikat telah melewati 40 triliun dolar AS dan terus menjadi perhatian karena biaya bunganya ikut membesar. Di tengah persoalan tersebut, Presiden Donald Trump menyebut tingkat inflasi tertentu dapat membantu membayar utang dengan cepat dalam wawancara bersama TIME. Pernyataan itu menarik perhatian karena inflasi biasanya dipandang sebagai masalah ekonomi yang perlu dikendalikan, bukan sebagai cara untuk mengurangi beban utang.

Trump tidak menjelaskan mekanisme khusus yang dimaksud dalam pernyataannya. Namun, ekonomi memiliki konsep yang dikenal sebagai inflating away the debt, yaitu ketika inflasi mengurangi nilai riil utang yang sudah ada. Bagaimana sebenarnya kenaikan harga dapat membuat beban utang pemerintah terasa lebih ringan?

  1. 1. Inflasi mengurangi nilai riil utang lama

    ilustrasi inflasi
    ilustrasi inflasi (freepik.com/freepik)

    Pemerintah AS memiliki utang dalam nilai nominal dolar yang harus dibayar sesuai ketentuan surat utang. Ketika harga barang dan jasa naik, nilai daya beli dolar ikut menurun sehingga jumlah utang yang sama memiliki nilai riil yang lebih kecil. Efek ini terutama relevan untuk utang yang diterbitkan dengan tingkat bunga tetap karena pemerintah sudah menetapkan kewajiban pembayarannya sejak awal.

    Gambaran sederhananya dapat dilihat dari utang sebesar 100 dolar AS yang harus dibayar beberapa tahun kemudian. Jika harga-harga naik cukup tinggi selama periode tersebut, 100 dolar AS pada saat pembayaran memiliki daya beli yang lebih rendah dibandingkan 100 dolar AS ketika pemerintah menerbitkan utang. Pemerintah tetap membayar 100 dolar AS secara nominal, tetapi nilai ekonomi dari pembayaran tersebut sudah tergerus oleh inflasi.

  2. 2. Pertumbuhan nominal ekonomi ikut membantu

    ilustrasi ekonomi global
    ilustrasi ekonomi global (magnific.com/magnific)

    Inflasi tidak hanya menaikkan harga barang, tetapi juga dapat membuat nilai nominal pendapatan dan aktivitas ekonomi meningkat. Jika pertumbuhan ekonomi berjalan bersama kenaikan harga, nilai nominal Produk Domestik Bruto atau GDP juga dapat meningkat. Rasio utang terhadap GDP kemudian terlihat lebih rendah jika pertumbuhan ekonomi nominal lebih cepat daripada pertumbuhan utang.

    Konsep ini penting karena kesehatan keuangan pemerintah tidak hanya dilihat dari jumlah utangnya. Investor juga memperhatikan seberapa besar utang tersebut dibandingkan kemampuan ekonomi suatu negara untuk menghasilkan pendapatan. Pemerintah dan sejumlah pejabat ekonomi AS sendiri telah menekankan pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu cara untuk memperbaiki posisi utang terhadap ukuran ekonomi.

  3. 3. Inflasi tidak otomatis membuat utang lebih murah

    ilustrasi dolar Amerika
    ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/kaboompics)

    Manfaat inflasi dapat berkurang ketika pemerintah harus membayar bunga yang lebih tinggi untuk menerbitkan utang baru. Investor biasanya meminta imbal hasil yang lebih besar ketika mereka memperkirakan inflasi akan bertahan tinggi karena mereka ingin mempertahankan nilai riil investasinya. Kondisi ini dapat membuat biaya pemerintah untuk membiayai kembali utang lama menjadi semakin mahal.

    Masalah tersebut menjadi penting bagi AS karena pemerintah terus menerbitkan Treasury untuk membiayai defisit dan membayar kewajiban yang jatuh tempo. Jika imbal hasil Treasury naik terlalu tinggi, penghematan dari berkurangnya nilai riil utang lama dapat tertutup oleh kenaikan biaya bunga. Sejumlah pengamat bahkan telah memperingatkan bahwa biaya pinjaman yang tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nominal dapat meningkatkan risiko tekanan utang AS.

  4. 4. Inflasi tinggi bisa menimbulkan masalah baru

    ilustrasi seorang wanita dan uang
    ilustrasi seorang wanita dan uang (pexels.com/Kaboompics)

    Inflasi yang terlalu tinggi dapat menekan daya beli masyarakat karena harga kebutuhan meningkat lebih cepat daripada pendapatan. Kondisi tersebut juga dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan kenaikan harga. Artinya, upaya mengurangi beban utang melalui inflasi dapat menimbulkan tekanan baru bagi rumah tangga, bisnis, dan pemerintah.

    Federal Reserve memiliki target inflasi 2 persen sehingga inflasi yang terus berada di atas target tidak dapat dianggap sebagai kondisi yang ideal. Pada Agustus 2026, inflasi berdasarkan PCE Price Index masih berada di 3,4 persen secara tahunan, jauh di atas target tersebut. Karena itu, pernyataan Trump hanya menjadi salah satu mekanisme ekonomi yang mungkin mengurangi nilai riil utang, bukan sebagai bukti bahwa pemerintah AS telah memilih inflasi sebagai strategi resmi untuk melunasi utang.

    Pernyataan Trump menunjukkan bahwa inflasi memiliki hubungan dengan masalah utang pemerintah. Kenaikan harga dapat mengurangi nilai riil utang lama dan membantu meningkatkan GDP secara nominal, tetapi inflasi yang tinggi juga dapat menaikkan biaya pinjaman pemerintah. Bagi AS, tantangannya bukan sekadar mengurangi angka utang, melainkan menjaga agar pertumbuhan ekonomi dan biaya utang tetap berada dalam kondisi yang dapat dikelola.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More