Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Primus Yustisio Desak Gubernur BI Mundur Usai Rupiah Melemah Signifkan
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo rapat dengan Komisi XI DPR RI (IDN Times/Triyan Pangastuti)
  • Primus Yustisio mendesak Gubernur BI Perry Warjiyo mundur setelah rupiah melemah tajam hingga menembus Rp17.600 per dolar AS, level terlemah sepanjang sejarah.
  • Primus menilai pelemahan rupiah menjadi anomali karena terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang masih solid di kisaran 5,61 persen.
  • Anggota DPR Charles Meikyansah meminta BI menjelaskan langkah menghadapi tekanan rupiah dan mengingatkan agar cadangan devisa tidak terus terkuras untuk intervensi pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
awal 2006

Nilai tukar rupiah terhadap euro berada di kisaran Rp7.000 per euro, sebelum mengalami pelemahan signifikan pada tahun-tahun berikutnya.

18 Mei 2026

Dalam rapat Komisi XI DPR, Primus Yustisio meminta Gubernur BI Perry Warjiyo mundur setelah rupiah melemah hingga Rp17.600 per dolar AS, level terlemah sepanjang sejarah. Ia menilai kondisi ini menurunkan kepercayaan publik dan kredibilitas bank sentral.

3 bulan terakhir

Charles Meikyansah mencatat tren penurunan cadangan devisa Indonesia yang terus berlanjut selama tiga bulan terakhir, meski posisinya masih tinggi di 146,2 miliar dolar AS.

kini

Rupiah berada di sekitar Rp17.600 per dolar AS dan mendekati Rp19.000–Rp20.000 per euro, menunjukkan tekanan berat meski pertumbuhan ekonomi nasional tetap di kisaran 5,61 persen.

awal 2006

Nilai tukar rupiah terhadap euro berada di kisaran Rp7.000 per euro, menunjukkan posisi yang jauh lebih kuat dibanding kondisi saat ini.

3 bulan terakhir

Cadangan devisa Indonesia mengalami tren penurunan meski masih tinggi di angka 146,2 miliar dolar AS.

18 Mei 2026

Dalam rapat Komisi XI DPR, Primus Yustisio meminta Gubernur BI Perry Warjiyo mundur setelah rupiah melemah hingga Rp17.600 per dolar AS, level terlemah sepanjang sejarah.

kini

Rupiah berada pada posisi sekitar Rp17.600 per dolar AS dan Rp19.000–Rp20.000 per euro, mencerminkan tekanan berat terhadap mata uang nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini uang rupiah jadi lemah sekali sampai Rp17.600 buat satu dolar. Kakak Primus di DPR marah dan bilang Pak Perry yang jadi bos Bank Indonesia harus berhenti kerja karena rupiah makin turun. Ada juga Kakak Charles yang bilang cadangan uang negara jangan habis terus buat jaga rupiah. Sekarang semua orang lagi khawatir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun rupiah mengalami tekanan signifikan, artikel ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di kisaran 5,61 persen dan cadangan devisa masih sangat tinggi, mencapai 146,2 miliar dolar AS. Diskusi terbuka di DPR juga mencerminkan adanya pengawasan aktif terhadap kebijakan moneter, menandakan komitmen lembaga negara menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio, meminta Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mundur dari jabatannya menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang pada hari ini menembus level Rp17.600 per dolar AS. Posisi tersebut dinilai menjadi level terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Primus menilai, kondisi rupiah saat ini telah menurunkan kepercayaan publik sekaligus menggerus kredibilitas bank sentral.

“Pak Perry yang saya hormati, kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan. Saya berikan contoh, mungkin ini saatnya Bapak mengundurkan diri. Tidak ada yang salah, selanjutnya terserah Bapak, tapi itu bukan sikap penghinaan, Pak,” kata Primus dalam rapat di Komisi XI DPR, Senin (18/5/2026).

“Anda akan dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang. Kalau Anda tidak bisa menjalankan tugas dengan baik, tidak ada salahnya,” tambah Primus.

1. Rupiah alami tekanan tinggi

Ilustrasi uang rupiah - IDN Times/Helmi Shemi

Primus mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap euro pada awal 2006 yang masih berada di kisaran Rp7.000, saat ini telah mendekati Rp19.000 hingga Rp20.000 per euro.

Menurutnya, kondisi ini menunjukan rupiah tengah mengalami tekanan drastis.

2. Pertumbuhan ekonomi melesat, rupiah justru lesu

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo rapat dengan Komisi XI DPR RI (IDN Times/Triyan Pangastuti)

Ia menilai, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini merupakan anomali di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih berada di kisaran 5,61 persen.

Menurutnya, meski pertumbuhan ekonomi nasional relatif solid, nilai tukar rupiah justru terus tertekan hingga menyentuh sekitar Rp17.600 per dolar Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai salah satu level terlemah sepanjang sejarah.

“Pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen, tetapi nilai tukar rupiah justru melemah tajam dan berada di level terendah terhadap dolar,” kata Primus.

3. Cadangan devisa tidak boleh terus tergerus

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi XI DPR Charles Meikyansah mempertanyakan sikap Bank Indonesia (BI) terhadap pelemahan rupiah yang terus berlanjut. Menurutnya, BI perlu menjelaskan apakah tekanan terhadap rupiah masih dianggap sebagai gejolak sementara atau sudah mengarah pada tekanan fundamental terhadap perekonomian.

Charles juga menyoroti posisi cadangan devisa Indonesia, bahkan ia mengingatkan agar cadangan devisa tidak terus-menerus terkuras hanya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Cadangan devisa kita memang masih sangat tinggi, 146,2 miliar dolar AS. Tetapi berapa kecepatan penurunannya jika tekanan rupiah terus berlangsung? Kami melihat dalam 3 bulan terakhir trennya terus turun. Harapan kami jangan sampai cadangan devisa terkikis dan pada posisinya kemudian kita gak bisa melihat ini intervensi terus dilakukan,” tutur dia.

Editorial Team