Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Ignasius Jonan, Mantan Menteri Jadi Anggota Wantimpres
Mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan dipanggil Presiden Prabowo ke Istana. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo Subianto melantik Ignasius Jonan sebagai anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026, bersama 25 anggota lain berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.

  • Jonan, alumnus Akuntansi Unair dan Fletcher School Universitas Tufts, pernah memimpin PT KAI sejak 2009 serta membalikkan kerugian menjadi laba dan meningkatkan aset perusahaan.

  • Setelah memimpin KAI, Jonan menjabat Menteri Perhubungan pada 2014-2016 dan Menteri ESDM pada 2016-2019, sebelum kemudian menjadi komisaris di sejumlah perusahaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (2/10/2026). Salah satu anggota Wantimpres yang dilantik adalah Ignasius Jonan.

Ignasius Jonan sebelumnya pernah menjabat posisi penting di BUMN maupun pemerintahan. Dia pernah manjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Menteri Perhubungan (Menhub) hingga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor tentang 107/P tahun 2026, Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden. Adapun Ketua Watimpres adalah Praktikno, sedangkan Hatta Rajasa diangkat jadi wakilnya.

Terkait Ignasius Jonan, simak profilnya yuk!

1. Jonan adalah jebolan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair

Idntimes.com/Rochmanudin

Jonan dilahirkan di Singapura, 21 Juni 1963. Pria 63 tahun tersebut merupakan alumnus SMA Katholik St. Louis 1 Surabaya. Pada 1982, Jonan melanjutkan pendidikannya pada program studi S-1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair). Dia lulus pada 1986. Selain itu, dia juga pernah mengenyam pendidikan di Fletcher School, Universitas Tufts, Amerika Serikat (AS).

Jonan memiliki istri bernama Ratnawati. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak, yakni Monica dan Caterine.

2. Jonan sukses benahi perkertaapian Indonesia

IDN Times/Nofika Dian

Jonan diangkat sebagai Direktur Utama PT KAI pada 2009 oleh Menteri BUMN saat itu, Sofyan Djalil. Kendati belum pernah berkarier di bidang bisnis transportasi--utamanya transportasi rel-- selama di PT Kereta Api Indonesia dia sukses membalikkan kerugian Rp83,5 miliar pada 2008 menjadi keuntungan Rp154,8 miliar pada 2009.

Pada 2013, tercatat laba sebesar Rp 560,4 miliar. Jonan juga melipatgandakan aset KAI dari Rp 5,7 triliun pada 2008 menjadi Rp 15,2 triliun pada 2013, atau terjadi peningkatan mendekati tiga kali lipat. Dia memperbaiki kondisi perkeretaapian di Indonesia.

Jonan mulai memberantas percaloan tiket dengan menerapkan sistem boarding pass, tiket daring, dan penjualan melalui toko ritel. Toilet stasiun yang awalnya harus membayar, digratiskan dan diperbanyak jumlahnya sehingga ada di setiap stasiun. Kereta juga dilengkapi AC dan diberi larangan merokok.

Dalam masa kepemimpinannya di PT KAI, terjadi peremajaan sarana yang cukup banyak, mulai dari peluncuran kereta-kereta baru, juga dengan mendatangkan 100 lokomotif seri CC206 untuk angkutan barang dan penumpang di Jawa.

Jonan juga dikenal keras dan disiplin dalam menjalankan pekerjaan. Tahun 2014, tercatat 200 karyawan PT KAI dipecat atau pensiun dini karena dianggap malas. Dia juga tidak mengenal kompromi saat menertibkan stasiun dari pedagang dan bangunan liar dengan menggunakan bantuan aparat TNI. Tranformasi ekstrem yang dilakukannya membuat dia dijuluki Bapak Transformasi Kereta Api Indonesia.

3. Jadi Menteri Perhubungan hingga Menteri ESDM

Ignasius Jonan saat menjabat Menteri ESDM (Istimewa)

Setelah dari BUMN, Jonan masuk ke pemerintahan dengan ditunjuk menjadi Menteri Perhubungan (Menhub) dalam Kabinet Kerja pada 27 Oktober 2014. Langkah pertamanya sebagai menteri adalah menugaskan Dirut KAI selanjutnya, Edi Sukmoro, untuk meningkatkan kapasitas kereta api dari 200 juta orang menjadi 600 juta orang, dan angkutan barang menjadi 60 juta ton dalam lima tahun ke depan dari sebelumnya 30 juta ton sepanjang tahun.

Jonan juga menolak pengawalan voorrijder pada hari pertama menjabat. Dia menjanjikan akan menyelesaikan konsep tol laut dalam waktu dua minggu setelah menjabat. Selain itu, dia memberlakukan piket bergiliran pada hari Sabtu dan Minggu di Kementerian Perhubungan.

Jonan lantas diberhentikan dari jabatan Menhub pada 27 Juli 2016 dan digantikan oleh Budi Karya Sumadi. Namun pada 14 Oktober 2016, Presiden Joko Widodo mengangkat Jonan sebagai Menteri ESDM, dan Arcandra Tahar sebagai wakil menteri. Jonan mengakhiri masa jabatannya pada 2019. Selepas itu, Jonan menjadi komisaris di sejumlah perusahaan hingga akhirnya dilantik menjadi anggota Wantimpres pada hari ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article