Profil Jusuf Wanandi, Pendiri CSIS Dipercaya Jadi Wantimpres

Presiden Prabowo Subianto melantik Jusuf Wanandi sebagai anggota Wantimpres pada Jumat (2/10/2026).
Jusuf dikenal sebagai salah satu pendiri CSIS dan aktif dalam sejumlah forum nasional maupun internasional.
Kariernya mencakup bidang media, pendidikan, hukum, organisasi nasional, serta politik melalui Partai Golkar.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melantik Jusuf Wanandi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat (2/10/2026).
Jusuf dikenal sebagai salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan telah lama aktif di berbagai organisasi nasional maupun internasional. Ini profil lengkapnya dikutip dari situs web resmi CSIS!
1. Pendiri CSIS dan aktif di forum Asia Pasifik
Jusuf Wanandi merupakan Senior Fellow sekaligus salah satu pendiri CSIS. Dia juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan CSIS, Jakarta.
Di tingkat internasional, Jusuf menjabat Wakil Ketua Komite Nasional Indonesia untuk Pacific Economic Cooperation Council (INCPEC). Dia juga menjadi Co-Chair Pacific Economic Cooperation Council (PECC), dan Co-Chair Council for Security Cooperation in the Asia Pacific (CSCAP) Indonesia.
2. Pimpin perusahaan media hingga lembaga pendidikan
Jusuf juga memiliki kiprah di bidang media dan pendidikan. Dia tercatat sebagai Direktur Utama perusahaan penerbitan harian The Jakarta Post. Selain itu, Jusuf menjabat Ketua Dewan Pengurus Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya dan Ketua Yayasan Universitas Panca Bhakti di Pontianak, Kalimantan Barat.
Jusuf juga aktif menulis di sejumlah majalah dan surat kabar nasional maupun internasional. Dia turut mengedit beberapa buku yang membahas perkembangan politik dan keamanan di kawasan Asia Pasifik.
3. Pernah jadi asisten dosen hukum UI
Jusuf Wanandi memiliki latar belakang pendidikan hukum. Dia pernah menjadi asisten dosen hukum di Universitas Indonesia (UI).
Sepanjang kariernya, dia pernah mengemban sejumlah jabatan di organisasi dan lembaga nasional. Jusuf pernah menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Agung dan Sekretaris Jenderal Dewan Pendidikan Nasional.
Dia juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) selama empat periode. Di Partai Golkar, Jusuf aktif pada 1979 hingga 1988. Saat itu, ia menjadi anggota Dewan Pimpinan Pusat dan menduduki berbagai jabatan di partai tersebut.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















