Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Jusuf Wanandi, Pendiri CSIS Dipercaya Jadi Wantimpres
Jusuf Wanandi. (Dok. CSIS)
  • Presiden Prabowo Subianto melantik Jusuf Wanandi sebagai anggota Wantimpres pada Jumat (2/10/2026).

  • Jusuf dikenal sebagai salah satu pendiri CSIS dan aktif dalam sejumlah forum nasional maupun internasional.

  • Kariernya mencakup bidang media, pendidikan, hukum, organisasi nasional, serta politik melalui Partai Golkar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2/10/2026

Presiden Prabowo Subianto melantik Jusuf Wanandi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

1979 hingga 1988

Jusuf Wanandi aktif di Partai Golkar sebagai anggota Dewan Pimpinan Pusat dan menduduki berbagai jabatan di partai tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jusuf Wanandi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto melantik Jusuf Wanandi.
  • Where?
    Tempat pelantikan Jusuf Wanandi per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Pelantikan berlangsung pada Jumat (2/10/2026).
  • Why?
    Alasan pengangkatan Jusuf Wanandi sebagai anggota Wantimpres hingga saat ini belum ada kepastian.
  • How?
    Prabowo Subianto melantik Jusuf Wanandi untuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Presiden Prabowo melantik Jusuf Wanandi menjadi anggota Wantimpres pada Jumat (2/10/2026). Jusuf adalah salah satu pendiri CSIS. Ia juga pernah bekerja di bidang media, pendidikan, hukum, dan organisasi. Sekarang, Jusuf menjadi anggota Wantimpres dan pernah memegang banyak jabatan di Indonesia serta forum Asia Pasifik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengangkatan Jusuf Wanandi sebagai anggota Wantimpres menambah pengalaman dari berbagai bidang dalam lembaga tersebut. Ia memiliki rekam jejak sebagai pendiri CSIS, pemimpin perusahaan media, pengurus lembaga pendidikan, akademisi hukum, serta pengemban jabatan di organisasi nasional dan internasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melantik Jusuf Wanandi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat (2/10/2026).

Jusuf dikenal sebagai salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan telah lama aktif di berbagai organisasi nasional maupun internasional. Ini profil lengkapnya dikutip dari situs web resmi CSIS!

1. Pendiri CSIS dan aktif di forum Asia Pasifik

Jusuf Wanandi merupakan Senior Fellow sekaligus salah satu pendiri CSIS. Dia juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan CSIS, Jakarta.

Di tingkat internasional, Jusuf menjabat Wakil Ketua Komite Nasional Indonesia untuk Pacific Economic Cooperation Council (INCPEC). Dia juga menjadi Co-Chair Pacific Economic Cooperation Council (PECC), dan Co-Chair Council for Security Cooperation in the Asia Pacific (CSCAP) Indonesia.

2. Pimpin perusahaan media hingga lembaga pendidikan

Jusuf juga memiliki kiprah di bidang media dan pendidikan. Dia tercatat sebagai Direktur Utama perusahaan penerbitan harian The Jakarta Post. Selain itu, Jusuf menjabat Ketua Dewan Pengurus Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya dan Ketua Yayasan Universitas Panca Bhakti di Pontianak, Kalimantan Barat.

Jusuf juga aktif menulis di sejumlah majalah dan surat kabar nasional maupun internasional. Dia turut mengedit beberapa buku yang membahas perkembangan politik dan keamanan di kawasan Asia Pasifik.

3. Pernah jadi asisten dosen hukum UI

Jusuf Wanandi memiliki latar belakang pendidikan hukum. Dia pernah menjadi asisten dosen hukum di Universitas Indonesia (UI).

Sepanjang kariernya, dia pernah mengemban sejumlah jabatan di organisasi dan lembaga nasional. Jusuf pernah menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Agung dan Sekretaris Jenderal Dewan Pendidikan Nasional.

Dia juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) selama empat periode. Di Partai Golkar, Jusuf aktif pada 1979 hingga 1988. Saat itu, ia menjadi anggota Dewan Pimpinan Pusat dan menduduki berbagai jabatan di partai tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article