- Tanah dan bangunan: Rp201.702.620.263
- Alat transportasi dan mesin: Rp7.063.315.200
- Harta bergerak lainnya: Rp37.575.000.000
- Surat berharga: Rp262.024.000.000
- Kas dan setara kas: Rp236.594.035.945
- Harta lainnya: Rp979.109.502.263
- Utang: Rp6.996.793.206
Deretan Bisnis Sherly Tjoanda, Pengusaha yang Jadi Gubernur Malut

- Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara 2025–2030, memiliki latar belakang bisnis yang kuat dan pendidikan di bidang International Business Management.
- Bisnis milik Sherly tersebar di berbagai sektor strategis, termasuk perhotelan, pertambangan, logistik, perikanan, dan pelayaran.
- Total kekayaan Sherly mendekati Rp1 triliun menurut LHKPN KPK, membuatnya salah satu gubernur dengan kekayaan terbesar di Indonesia.
Sherly Tjoanda merupakan Gubernur Maluku Utara periode 2025–2030 yang dikenal memiliki latar belakang kuat di dunia usaha. Pengalaman panjangnya di sektor swasta membuat nama Sherly kerap dikaitkan dengan sejumlah unit usaha bernilai besar.
Bisnis milik Sherly Tjoanda tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari perhotelan, pertambangan, hingga logistik dan perikanan. Portofolio usaha tersebut menjadi salah satu sumber utama kekayaan pribadinya yang tercatat dalam laporan resmi negara.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Sherly tercatat mendekati Rp1 triliun. Seiring statusnya sebagai pejabat publik, Sherly menyatakan telah menarik diri dari pengelolaan aktif sejumlah bisnis untuk menjaga profesionalisme dan menghindari konflik kepentingan.
Berikut profil singkat, deretan bisnis milik Sherly Tjoanda, serta gambaran harta kekayaannya yang menarik perhatian publik.
1. Profil Sherly Tjoanda

Sherly Tjoanda lahir di Ambon, Maluku, pada 8 Agustus 1982. Ia merupakan anak dari pasangan Paulus Tjoanda dan Maria Margaretha Liem. Sejak muda, Sherly dikenal memiliki ketertarikan pada dunia bisnis dan manajemen, yang kemudian membentuk perjalanan kariernya sebelum terjun ke politik.
Pendidikan tinggi Sherly ditempuh di Universitas Kristen Petra Surabaya dengan mengambil jurusan International Business Management. Ia lalu melanjutkan studi program double degree di Inholland University of Applied Sciences, Belanda, dan lulus pada 2004. Bekal akademik ini menjadi fondasi penting dalam mengelola bisnis milik Sherly Tjoanda yang berkembang di berbagai bidang.
Dalam kehidupan pribadi, Sherly menikah dengan Benny Laos pada 28 Mei 2005. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga anak, yakni Edbert, Edelyn, dan Edrick. Selain sebagai ibu dan pebisnis, Sherly juga aktif di berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, seperti Perwosi, Forikan, Bunda PAUD, hingga Yayasan Bela Peduli.
2. Deretan bisnis milik Sherly Tjoanda

Bisnis milik Sherly Tjoanda menjadi salah satu aspek yang paling disorot publik sejak ia terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara. Latar belakang pendidikan bisnis serta pengalaman di sektor swasta membuat Sherly dan keluarganya membangun usaha di berbagai bidang strategis. Mulai dari perhotelan, pertambangan, hingga logistik dan perikanan, unit usaha tersebut menjadi sumber utama kekayaannya.
a. PT Bela Group
PT Bela Group merupakan perusahaan induk yang didirikan oleh mendiang Benny Laos dan dikelola bersama Sherly Tjoanda. Sherly tercatat menjabat sebagai Direktur sekaligus pemilik saham sebesar 25,5 persen di perusahaan tersebut. PT Bela Group membawahi sejumlah lini usaha, salah satunya di sektor perhotelan.
b. Bela Hotel Ternate
Salah satu unit bisnis di bawah PT Bela Group adalah Bela Hotel Ternate. Hotel ini beroperasi di Kota Ternate dan menyasar pasar wisatawan serta pelaku perjalanan bisnis. Keberadaan hotel tersebut turut mendukung sektor pariwisata dan perputaran ekonomi lokal.
c. PT Karya Wijaya
PT Karya Wijaya bergerak di bidang jasa dan pertambangan nikel yang beroperasi di wilayah Halmahera. Sherly Tjoanda tercatat sebagai pemegang saham terbesar, sementara saham lainnya dimiliki keluarga. Meski begitu, Sherly mengaku tidak lagi terlibat aktif dalam pengelolaan perusahaan sejak terjun ke dunia politik.
d. PT Amazing Tabara
Bisnis milik Sherly Tjoanda juga mencakup sektor pertambangan emas melalui PT Amazing Tabara. Ia disebut memiliki mayoritas saham di perusahaan tersebut. Namun, izin usaha pertambangan perusahaan ini sempat dicabut oleh pemerintah beberapa tahun lalu.
e. PT Indonesia Mas Mulia
Sherly Tjoanda juga diduga memiliki kepemilikan saham di PT Indonesia Mas Mulia. Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan emas dan tembaga yang beroperasi di Halmahera Selatan. Luas konsesi tambangnya mencapai ribuan hektare.
f. PT Bela Sarana Permai
PT Bela Sarana Permai merupakan perusahaan tambang pasir besi dan mineral yang saham mayoritasnya dimiliki Sherly. Perusahaan ini memegang konsesi di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Aktivitas perusahaan sempat menjadi perhatian publik karena lokasi konsesinya berdekatan dengan permukiman warga.
g. Bisnis pelayaran dan perikanan
Selain pertambangan, bisnis milik Sherly Tjoanda juga merambah sektor pelayaran melalui Bela Shipping. Perusahaan ini fokus pada jasa pengiriman barang antarpulau di kawasan timur Indonesia. Sherly juga mengelola bisnis pengolahan ikan tuna berbasis teknologi cold storage yang menyasar pasar ekspor.
Ragam lini usaha tersebut menunjukkan bahwa bisnis milik Sherly Tjoanda tidak hanya terpusat pada satu sektor. Diversifikasi ini membuat sumber penghasilannya relatif stabil dan bernilai besar. Tak heran jika ia kemudian disebut sebagai salah satu kepala daerah dengan kekayaan tertinggi di Indonesia.
3. Harta kekayaan Sherly Tjoanda

Besarnya bisnis milik Sherly Tjoanda turut tercermin dalam laporan harta kekayaan yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) khusus awal menjabat yang dilaporkan pada April 2025, total kekayaan Sherly tercatat mencapai Rp972.112.709.057 setelah dikurangi utang. Angka tersebut membuatnya disebut-sebut sebagai salah satu gubernur dengan kekayaan terbesar di Indonesia.
Berikut rincian harta kekayaan Sherly Tjoanda berdasarkan LHKPN KPK:
Total kekayaan yang hampir menyentuh Rp1 triliun ini memperlihatkan kuatnya fondasi aset dan bisnis milik Sherly Tjoanda sebelum menjabat sebagai kepala daerah. Meski demikian, Sherly menyatakan telah menarik diri dari pengelolaan aktif sejumlah usaha untuk menjaga integritas dan menghindari konflik kepentingan. Ke depan, publik tentu menaruh perhatian pada transparansi serta dampak kepemimpinannya bagi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.
Dengan latar belakang bisnis yang kuat, Sherly Tjoanda menjadi salah satu kepala daerah dengan portofolio usaha terbesar di Indonesia. Bisnis milik Sherly Tjoanda yang tersebar di berbagai sektor menunjukkan pengalaman panjangnya di dunia profesional sebelum menjabat sebagai pejabat publik. Ke depan, konsistensi antara transparansi kekayaan dan kinerja kepemimpinan akan menjadi perhatian utama masyarakat Maluku Utara.

















