Target Transaksi BINA Lebaran 2026 Tembus Rp53 Triliun, Naik dari 2025

- Pemerintah menargetkan transaksi program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 mencapai Rp53 triliun, naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya untuk memperkuat konsumsi domestik.
- BINA 2026 berlangsung 25 hari dengan melibatkan 380 perusahaan, 800 brand, dan lebih dari 80 ribu gerai ritel serta didukung stimulus ekonomi dan bantuan sosial pemerintah.
- Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 ditargetkan mencapai 5,5 persen melalui peningkatan konsumsi masyarakat, penjualan ritel, serta perlindungan terhadap produksi dalam negeri.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, target transaksi program Belanja di Indonesia Aja atau BINA 2025 mencapai Rp53 triliun. Target ini meningkat dibanding tahun lalu.
"Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun. Ini naik 20 persen dibandingkan tahun yang lalu," kata dia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/3/2026).
1. Diharapkan tingkatkan konsumsi dalam negeri

Dia menuturkan, program BINA merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pasar domestik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai promosi dan program belanja, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
"Kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," ujarnya.
2. BINA libatkan 380 perusahaan

BINA Lebaran 2026 akan diselenggarakan selama 25 hari, mulai 6 hingga 30 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 brand, dan lebih dari 80 ribu gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, program ini juga didukung sekitar 400 pusat perbelanjaan yang menghadirkan berbagai promosi dan diskon untuk masyarakat.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Stimulus pada tiga buulan pertama tahun ini, mencakup bantuan pangan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total mencapai Rp11,92 triliun, hingga diskon tarif transportasi selama periode mudik.
Pemerintah juga mendorong kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai insentif transportasi tersebut sekaligus meningkatkan pergerakan ekonomi di berbagai wilayah.
Selain itu, momentum konsumsi masyarakat juga diperkuat dengan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Di sisi lain, perusahaan penyedia layanan transportasi online juga menyiapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp220 miliar.
3. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 ditargetkan 5,5 persen

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun ini sekitar 5,5 persen. Target tersebut diharapkan dapat dicapai dengan dukungan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat serta penjualan di sektor ritel.
Selain memperkuat konsumsi, Airlangga juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap produksi dalam negeri.
"Produksi dalam negeri juga harus dilindungi Karena semua negara mencari market yang besar, dan Indonesia dengan 287 juta penduduk ini merupakan sebuah market yang terbesar di ASEAN," tuturnya.


















