Jakarta, IDN Times - PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) memastikan tensi geopolitik di Timur Tengah belum berdampak signifikan terhadap pembiayaan proyek infrastruktur yang digarap perseroan. Hal ini karena mayoritas pembiayaan proyek menggunakan mata uang rupiah.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, struktur portofolio pembiayaan yang mayoritas menggunakan mata uang rupiah menjadi bantalan utama terhadap gejolak eksternal, termasuk fluktuasi nilai tukar.
“Sekitar 75 persen sampai 80 persen proyek infrastruktur yang kami biayai menggunakan mata uang rupiah,” ujar Reynaldi di Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).
