Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Purbaya Dapat Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nankai China

Purbaya Dapat Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nankai China
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) bidang ekonomi dari Universitas Nankai, China. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan bidang ekonomi dari Universitas Nankai, China, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam pengelolaan keuangan publik dan stabilitas ekonomi Asia Tenggara.
  • Penghargaan tersebut mencerminkan eratnya hubungan Indonesia-China di sektor ekonomi, keuangan, dan pendidikan, serta menjadi simbol dedikasi bagi para pengelola keuangan negara.
  • Dalam kunjungan yang sama, Purbaya mengamankan komitmen pendanaan 17 miliar dolar AS dari AIIB untuk proyek pembangunan nasional 2025–2029 dan dukungan penerbitan Panda Bond Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) bidang ekonomi dari Universitas Nankai, China, dalam kunjungan kerjanya ke negara tersebut pekan lalu.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Purbaya menjalani sejumlah agenda ekonomi dan keuangan, termasuk bertemu investor terkait rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia serta membahas dukungan pendanaan pembangunan dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Gelar profesor kehormatan diserahkan langsung oleh Presiden sekaligus Rektor Universitas Nankai, Chen Yulu.

1. Alasan Purbaya terima penghargaan dari Universitas China

WhatsApp Image 2026-06-23 at 18.58.50 (1).jpeg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) bidang ekonomi dari Universitas Nankai, China. (Dok/Istimewa).

Presiden sekaligus Rektor Universitas Nankai, Chen Yulu menjelaskan, penghargaan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan dan kontribusi Purbaya dalam pengelolaan keuangan publik, pembangunan ekonomi, serta penguatan stabilitas sektor keuangan di Asia Tenggara.

"Keputusan ini merupakan pengakuan atas kepemimpinan Anda yang luar biasa, kontribusi yang menonjol dalam bidang keuangan publik internasional, serta komitmen yang teguh terhadap pembangunan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara," ujar Chen Yulu dalam keterangan yang disampaikan melalui Prof Xinming Li, Rabu (24/6/2026).

2. Cerminkan eratnya hubungan Indonesia-China di bidang ekonomi, keuangan dan pendidikan

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta pada Kamis (4/6/2026).
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta pada Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Triyan)

Sementara itu, Purbaya mengatakan, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi apresiasi atas kontribusi pribadinya, tetapi juga mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dan China di bidang ekonomi, keuangan, dan pendidikan.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia dan insan pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional," ujar Purbaya.

3. Kolaborasi akan semakin penting di tengah tantangan ekonomi global yang kompleks

Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurutnya, kolaborasi antara kalangan akademisi dan pembuat kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat memperkuat kerja sama akademik Indonesia dan China, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan riset, pendidikan, dan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.

4. Raih pendanaan 17 Miliar dolar AS dari AIIB

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Selain menerima gelar profesor kehormatan, Purbaya juga membawa pulang komitmen pendanaan senilai 17 miliar dolar AS atau setara Rp301,41 triliun (kurs Rp17.730 per dolar AS) dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional sepanjang periode 2025–2029.

Komitmen itu merupakan salah satu hasil pertemuan bilateral antara Purbaya dan jajarannya dengan pimpinan AIIB di Beijing, China. Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendanaan pembangunan nasional sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis pemerintah.

"Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$ 17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025-2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).

Pendanaan tersebut merupakan bagian dari Multi-Year Rolling Pipeline yang telah dibahas bersama AIIB. Meski sebagian program telah dirancang sebelumnya, komitmen dari lembaga multilateral tersebut akan memperkuat dukungan pembiayaan bagi agenda pembangunan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam kunjungan yang sama, Purbaya juga memperoleh dukungan dari People's Bank of China (PBOC) terkait rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan China. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas sumber pembiayaan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More