Krisis ekonomi biasanya identik dengan penurunan bisnis, pengangguran, dan perlambatan pertumbuhan. Namun, Korea Selatan (Korsel) justru membuktikan, masa sulit bisa menjadi titik awal lahirnya peluang baru.
Setelah dihantam krisis finansial Asia pada 1997, negara tersebut memilih strategi yang cukup berbeda dibanding banyak negara lain. Alih-alih hanya mengandalkan industri manufaktur, pemerintah mulai serius membangun sektor budaya dan industri kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
Hasilnya pun luar biasa, karena dalam waktu sekitar 25 tahun, Korea Selatan berhasil menjadikan K-pop, drama, film, gim, hingga produk kecantikan sebagai sumber pemasukan bernilai miliaran dolar setiap tahunnya. Kisah ini membuktikan bahwa kreativitas yang didukung strategi tepat bisa menjadi kekuatan ekonomi sebuah negara.
