Harga Emas Antam Naik Rp20 Ribu, Dibanderol Rp2,635 Juta per Gram

- Harga emas Antam naik Rp20 ribu menjadi Rp2,635 juta per gram, sementara harga buyback ikut naik Rp30 ribu ke Rp2,382 juta per gram.
- Perencana keuangan Andy Nugroho menjelaskan bahwa emas tergolong investasi berisiko rendah namun tetap rawan hilang atau dicuri karena sifatnya yang mudah dibawa.
- Emas sering dipilih investor konservatif karena stabil dan aman, tetapi kurang cocok untuk tujuan jangka pendek akibat selisih harga jual dan beli yang bisa merugikan.
Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada Rabu (15/7/2026) naik Rp20 ribu. Sehingga emas Antam dibanderol Rp2,635 juta per gram.
Sementara itu, harga buyback hari ini menurut situs Logam Mulia, juga naik Rp30 ribu menjadi Rp2,382 juta per gram. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.
1. Rincian harga emas Antam
Rincian pergerakan harga emas hari ini.
Harga emas 0,5 gram: Rp1,367,5 juta
Harga emas 1 gram: Rp2,635 juta
Harga emas 2 gram: Rp5,210 juta
Harga emas 3 gram: Rp7,79 juta
Harga emas 5 gram: Rp12,95 juta
Harga emas 10 gram: Rp25,845 juta
Harga emas 25 gram: Rp64,487 juta
Harga emas 50 gram: Rp128,895 juta
Harga emas 100 gram: Rp257,71 juta
Harga emas 250 gram: Rp644,015 juta
Harga emas 500 gram: Rp1,28 miliar
Harga emas 1.000 gram: Rp2,57 miliar
2. Setiap instrumen investasi memiliki risiko berbeda
Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi. Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.
"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.
Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.
"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.
3. Investasi emas sering digunakan untuk investor konservatif
Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.
Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!













![[QUIZ] Tebak Mata Uang Negara di Asia, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20241205/dileesh-kumar-dbppqnkhc7u-unsplash-d089e2e6e27dcbc257bd0b611ae3ac69.jpg)




