Comscore Tracker

Bukan di Indonesia, Tesla Pilih Bikin Pabrik Mobil Listrik di India

Tesla juga pilih India dibanding Israel

Jakarta, IDN Times – Tesla Inc milik miliarder Elon Musk akan mendirikan unit manufaktur mobil listrik di negara bagian Karnataka, India selatan. Pernyataan itu merupakan isi dari dokumen pemerintah yang membahas soal anggaran India untuk rakyatnya.

Dokumen itu dilihat oleh Reuters pada 13 Februari lalu, sebagaimana dilaporkan CNBC.

“Perusahaan Amerika Serikat (AS) Tesla akan membuka unit manufaktur mobil listrik di Karnataka,” kata pemerintah negara bagian India dalam sebuah pernyataan singkat.

Baca Juga: Profil Tesla, Raksasa Otomotif AS yang Mau Tanamkan Uangnya di RI

1. Tesla akan memulai operasinya di India

Bukan di Indonesia, Tesla Pilih Bikin Pabrik Mobil Listrik di IndiaPara pasukan militer India yang ditempatkan di perbatasan India-Tiongkok. (Twitter.com/IndianDefenceRA)

Bulan lalu, produsen mobil listrik itu telah menggabungkan Tesla Motors India dan Energy Private Limited dengan kantor terdaftarnya di kota Bengaluru di Karnataka. Wilayah ini adalah pusat perusahaan teknologi global.

Kepala Menteri Negara BS Yediyurappa juga telah mengatakan dalam sebuah tweet bahwa Tesla akan memulai operasinya di India dengan unit R&D di Bengaluru. Namun, tweet itu telah dihapus. Belum ada penjelasan apakah pernyataan hari Sabtu itu merujuk pada unit yang sama.

2. Tesla sejak lama berencana masuk India

Bukan di Indonesia, Tesla Pilih Bikin Pabrik Mobil Listrik di Indiatesla.com

Tesla telah sejak lama memiliki keinginan untuk masuk ke India. Mush juga telah membahas hal ini beberapa kali di Twitternya. Pada bulan Desember misalnya, CEO Tesla itu mengonfirmasi dalam pembicaraan di Twitter bahwa Tesla akan diluncurkan di negara itu pada 2021.

Rencana Tesla itu menjadi angin segar bagi India yang sudah sejak lama ingin mengurangi ketergantungan penggunaan minyak dan mengurangi polusi. Namun demikian, upayanya untuk mempromosikan kendaraan listrik terhalang oleh kurangnya investasi di bidang manufaktur dan infrastruktur seperti stasiun pengisian daya.

Untuk meningkatkan investasi, India berencana menawarkan 4,6 miliar dolar AS insentif kepada perusahaan yang mendirikan fasilitas manufaktur baterai canggih, menurut Reuters tahun lalu.

Baca Juga: Beli Mobil Tesla Bisa Pakai Bitcoin, Apakah Menguntungkan?

3. Alasan Tesla investasi di India

Bukan di Indonesia, Tesla Pilih Bikin Pabrik Mobil Listrik di Indiaibtimes.co.in

Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar memberikan tanggapannya atas keputusan Tesla memilih India sebagai tempat produksi dan pengembangan aset kendaraan listriknya. Dalam postingan Instagram pada Rabu (24/2/2021), Arcandra mengatakan salah satu hal yang membuat Tesla melirik Bangalore di India adalah karena wilayah itu mirip Silicon Valley.

Menurut Arcandra, Silicon Valley menyediakan tiga hal yang dibutuhkan Tesla yaitu sumber daya manusia (SDM) yang sangat terampil di bidang IT dan engineering, technology chips yang mutakhir, dan venture capitalist (pemodal) yang berani mendanai proyek start up yang beresiko tinggi.

“Kalau Tesla ingin mengembangkan technology centre-nya di luar Amerika Serikat (AS), secara logika mereka akan mencari kota yang ekosistemnya mendekati apa yang ditawarkan oleh Silicon Valley. Dua kota di dunia yang yang mendekati persyaratan ini adalah Tel Aviv di Israel dan Bangalore di India,” jelasnya.

Ia lebih lanjut menjelaskan beberapa alasan mengapa Tesla mendahulukan Bangalore dan bukan Tel Aviv. Pertama yaitu, dengan mendahulukan Bangalore, Tesla tidak saja mendapatkan ekosistem IT terbaik tapi juga bisa mendapatkan akses pasar yang sangat besar. apalagi India adalah negara dengan jumlah penjualan mobil keempat terbesar di dunia setelah Tiongkok, AS dan Jepang.

Kedua, biaya tenaga kerja yang lebih murah dibandingkan dengan Tel Aviv. Menurut Arcandra, biaya hidup di Tel Aviv sekitar 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan Bangalore. Rata-rata gaji pegawai juga 3 kali lebih tinggi di Tel Aviv. Biaya hidup di Tel Aviv lebih tinggi dari London, Sydney, dan Berlin. Biaya hidup di Bangalore bahkan lebih rendah dari Jakarta.

“Bagaimana pengaruh dari network dari kedua bangsa ini? Tidak bisa dipungkiri bahwa keduanya punya jejaring yang sangat kuat. Banyak CEO dibidang IT keturunan India dan banyak pemilik modal keturunan Israel,” katanya.

“Keputusan investasi Tesla yang memilih India tentu bisa menjadi pembelajaran. Bahwa seluruh negara kini terus berlomba memberikan daya tarik kepada investor. Indonesia memiliki natural resources yang luar biasa dan potensi human resources yang tidak kalah di dunia," ujar dia.

"Tapi memastikan bahwa kedua aset strategis itu bisa membentuk sebuah ekosistem yang memberikan daya tarik bagi investor, tentu menjadi tantangan yang tidak mudah dibangun dalam sekejap. Insya Allah,” tambahnya.

4. Indonesia sempat pede Tesla bakal dirikan pabrik di Batang

Bukan di Indonesia, Tesla Pilih Bikin Pabrik Mobil Listrik di IndiaIlustrasi industri/pabrik. IDN Times/Arief Rahmat

Sebelumnya, Indonesia sempat percaya diri bahwa Tesla akan membangun pabriknya di Tanah Air. Pada 20 Oktober tahun lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang bahkan menyebut rencana pembangunan pabrik di Batang, Jawa Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim sudah dihubungi pihak Tesla.  Menurut Luhut, manajemen Tesla tertarik menanamkan modal karena Indonesia memiliki cadangan nikel di dunia.

Awal tahun ini, Kemenko Kemaritiman dan Investasi masih mengabarkan Tesla sudah mengirimkan proposal investasi ke Indonesia untuk pembangunan pabrik lithium baterai yang akan digunakan untuk mengembangkan kendaraan listrik.

Baca Juga: Tesla Kirim Proposal Investasi ke Indonesia, Minggu Depan Ketemuan

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya