Juru bicara II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl Mulachela. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sebelumnya menyatakan langkah diplomasi dan koordinasi lintas pihak terus dilakukan, terutama untuk memastikan keselamatan awak kapal serta perlindungan aset nasional yang berada di wilayah tersebut.
Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Mulachela, menegaskan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan kondisi kapal Indonesia tetap aman di tengah situasi yang belum stabil.
"Kemlu terus berkoordinasi dengan Pertamina dan Kedutaan Iran di Jakarta untuk memastikan keselamatan aset dan kru," ujar Nabyl dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Sementara PIS menyatakan, dua kapalnya masih berada di Teluk Persia dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
"Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz," kata Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, Senin (20/4).
PIS masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kapal dapat melintas serta memastikan keselamatan awak kapal.
"Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman," ucapnya.