Presiden Soeharto (commons.wikimedia.org/Ronald Reagan Presidential Library)
Setelah Soeharto naik menjadi presiden untuk menggantikan Seokarno, beliau mencoba menstabilkan nilai tukar rupiah. Salah satu upaya yang dilakukan Soeharto adalah redenomisasi pada Desember 1965 yang berhasil menekan nilai rupiah ke Rp0,25 per dolar. Angka tersebut berhasil bertahan hingga akhirnya pada 1970 rupiah mulai melemah dengan nilai tukar mencapai Rp250 per dolar.
Angka tersebut terus bergejolak, terkadang naik, tapi ada kalanya turun. Contohnya, pada 1987 nilai tukar rupiah ada pada angka Rp625 per dolar, pada 1983 di angka Rp970 per dolar, dan pada 1986 Rp1.664 per dolar. Hal tersebut membuktikan bahwa Presiden Soeharto berhasil menjaga nilai tukar rupiah dengan cukup baik dan terbilang stabil. Barulah pada dekade 1990-an rupiah berada di titik terendahnya karena hantaman krisis moneter.
Pada 1995 kurs rupiah berada pada angka Rp2.248 per dolar. Pada 1997 terjun bebas menjadi Rp5.915 per dolar. Tak berselang lama rupiah terus merosot ke angka Rp14.800 per dolar pada 1998.
Menariknya, pada Februari 1998 rupiah sempat menguat ke angka Rp7.400 per dolar. Sayangnya, hal tersebut tak berlangsung lama karena pada puncak krisis moneter pada Mei 1998 rupiah benar-benar hancur dengan kurs Rp16.800 per dolar.