Rupiah Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS Pagi Ini

- Rupiah dibuka melemah ke level Rp18.003,5 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis, turun 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan mendorong penguatan dolar terhadap rupiah.
- Sentimen domestik yang belum mendukung membuat rupiah rentan, sementara Bank Indonesia diperkirakan siap melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Kamis (4/6/2026). Mata uang Garuda sudah tembus Rp18 ribuan per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg per pukul 09.03 WIB, rupiah berada di level Rp18.003,5 per dolar AS atau melemah 37 poin, setara 0,21 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Ketegangan Timur Tengah tekan rupiah
Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS. Menurut dia, penguatan dolar terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah," kata dia.
2. Data ekonomi AS dorong penguatan dolar
Selain faktor geopolitik, Lukman menilai data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan turut menopang penguatan dolar AS. Dia mengatakan, data tenaga kerja ADP serta data ISM Jasa hasilnya lebih baik dari ekspektasi pasar.
Data ADP umumnya digunakan pasar untuk melihat gambaran kondisi ketenagakerjaan sektor swasta di AS, sementara ISM Jasa menjadi indikator aktivitas sektor jasa yang merupakan salah satu penopang utama ekonomi negara tersebut.
"Data pekerjaan AS ADP dan ISM Jasa yang lebih kuat dari perkiraan juga ikut mendukung dolar AS," ujar Lukman.
3. Sentimen domestik dinilai masih belum mendukung
Lukman menyebut sentimen di dalam negeri masih cenderung kurang mendukung pergerakan rupiah. Dengan posisi rupiah yang kembali mendekati level psikologis baru, dia memperkirakan Bank Indonesia (BI) berpotensi melakukan intervensi secara lebih agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
"Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungknan BI akan mengintervensi secara agresif," paparnya.
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

















