Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat menguat 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Rupiah Berhasil Menguat di Level Rp17.887 per Dolar AS

- Rupiah ditutup menguat 12 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.887 per dolar AS pada perdagangan Rabu sore, 7 Oktober 2026.
- Pergerakan mata uang Asia bervariasi; peso Filipina, dolar Taiwan, yuan China, dan won Korea menguat, sementara rupee India, baht Thailand, serta ringgit Malaysia melemah.
- Pasar mencermati cadangan devisa Indonesia dan risalah FOMC, sementara koreksi indeks dolar AS akibat penguatan euro membuka ruang penguatan terbatas bagi rupiah.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah ditutup menguat pada akhir perdagangan, Rabu (7/10/2026) sore. Rupiah parkir di level 17.887 per dolar Amerika Serikat (AS).
1. Mata uang di Asia bergerak variatif di sore ini
Mata uang di Asia bergerak variatif sore ini, rinciannya:
- Bath Thailand melemah 0,21 persen
- Ringgit Malaysia melemah 0,07 persen
- Yuan China menguat 0,02 persen
- Rupee India melemah 0,37 persen
- Pesso Filipina menguat 0,43 persen
- Won Korea menguat 0,05 persen
- Dolar Taiwan menguat 0,24 persen
2. Rupiah bergerak menguat secara terbatas
Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah bergerak datar dengan peluang menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen penting dari hasil rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia serta risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC)," ungkapnya.
2. Pasar tunggu arah kebijakan suku bunga The Fed pekan depan
Di sisi lain, investor juga menunggu minutes FOMC yang akan dirilis pada malam hari. Risalah tersebut akan menjadi petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Dari eksternal, indeks dolar AS terpantau terkoreksi seiring penguatan kembali euro. Pelemahan dolar AS ini berpotensi memberikan ruang bagi mata uang regional, termasuk rupiah, untuk menguat.




















