Dari dalam negeri, sentimen positif juga masih cukup kuat. Investor menaruh ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi impor.
Selain itu, kabar mengenai potensi pengurangan kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut dipandang positif oleh pelaku pasar karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap fiskal pemerintah.
Meski demikian, Lukman menilai pelaku pasar tetap akan mencermati perkembangan aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini. Jika situasi berlangsung kondusif, dampaknya terhadap pasar keuangan diperkirakan terbatas.
"Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS," jelasnya.