Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.903 per Dolar AS

2 min read
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.903 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah ditutup menguat 13 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.903 per dolar AS pada perdagangan Jumat sore, berdasarkan data Bloomberg.
  • Mayoritas mata uang Asia turut menguat, termasuk baht Thailand, ringgit Malaysia, rupee India, peso Filipina, won Korea, dan yen Jepang.
  • Analis Lukman Leong menyebut prospek kenaikan suku bunga The Fed masih menekan rupiah, sementara harapan kesepakatan AS-Iran dan turunnya harga minyak dapat menahan pelemahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada akhir perdagangan, Jumat (25/9/2026) sore. Rupiah parkir di level 17.903 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat menguat 13 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

  1. 1. Rincian pergerakan mata uang di Asia bergerak menguat

    Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, rinciannya:

    • Bath Thailand menguat 0,12 persen
    • Ringgit Malaysia menguat 0,01 persen
    • Rupee India menguat 0,13 persen
    • Pesso Filipina menguat 0,27 persen
    • Won Korea menguat 15,33 persen
    • Yen Jepang menguat 0,68 persen

  2. 2. Ada sejumlah sentimen positif dorong penguatan rupiah

    Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, penguatan rupiah didorong oleh sentimen positif pelaku pasar terhadap dolar AS, seiringan dengan sinyal kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate(FFR) makin kuat.

    “Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS, dengan indeks dolar dan imbal hail obligasi AS yg terus menanjak oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga oleh the Fed di bulan Oktober, menyusul pidato hawkish beberapa pejabat the Fed semalam,” tutur Lukman kepada IDN Times.

  3. 3. Pasar tunggu kesepakatan harga minyak dunia antara AS-Iran

    Meski begitu, Lukman memprediksi pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih bisa ditahan, sembari menanti kesepakatan antara Iran dan AS yang bisa berpengaruh besar pada pergerakan harga minyak dunia.

    “Namun harapan kesepaktan AS-Iran dan harga minyak mentah dunia yang turun di pagi ini bisa menahan perlemahan yang lebih besar," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More