Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arus Modal Asing Kembali, Rupiah Diproyeksi Menguat

Arus Modal Asing Kembali, Rupiah Diproyeksi Menguat
Senior Economist DBS Bank Radhika Rao. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Arus modal asing kembali ke pasar obligasi Indonesia dan prospeknya dinilai stabil.
  • Minat investor asing pada SRBI meningkat, sementara laju FDI dinilai cukup kuat.
  • Pelemahan dolar AS dan arus modal positif diperkirakan menopang rupiah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Senior Economist DBS Bank Radhika Rao menilai prospek arus modal yang stabil menjadi salah satu faktor yang membantu penguatan rupiah. Kondisi itu terlihat dari kembalinya arus modal asing ke pasar obligasi Indonesia.

Menurut Radhika, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga mampu menarik banyak investor asing. Pangsa investor asing di instrumen tersebut bahkan meningkat cukup signifikan.

"Menurut saya hal yang membantu rupiah adalah prospek arus modal (flows outlook) yang sudah stabil. Maksud saya terkait prospek arus modal ini adalah kembalinya arus modal asing ke pasar obligasi," katanya dalam media briefing "Membaca Arah Investasi Indonesia 2027 di Tengah Sinyal Global, Risiko, dan Peluang bagi Perusahaan Multinasional", Kamis (10/9/2026).

  1. 1. FDI ikut menopang neraca pembayaran

    ilustrasi investasi
    ilustrasi investasi (magnific.com/rawpixel-com)

    Radhika mengatakan minat investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) juga menjadi faktor yang mendukung rupiah. Laju FDI saat ini dinilai cukup kuat dan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

    Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan prospek arus modal tetap positif meskipun transaksi perdagangan melemah. Secara keseluruhan, arus modal yang masuk membantu menyeimbangkan neraca pembayaran Indonesia sehingga berdampak positif bagi rupiah.

    "Secara keseluruhan, kondisi ini menyeimbangkan neraca pembayaran, yang merupakan perkembangan positif bagi rupiah," ujar dia.

  2. 2. Pelemahan dolar AS ikut menopang penguatan rupiah

    ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)

    Faktor lain yang membantu rupiah adalah pelemahan dolar AS dari level tertingginya secara global. Pelemahan dolar AS yang terjadi bersamaan dengan prospek arus modal positif diperkirakan menopang rupiah.

    "Dolar yang melemah dipadukan dengan prospek arus modal yang positif diperkirakan bakal menopang rupiah," tutur Radhika.

  3. 3. BI dinilai tak perlu naikkan suku bunga lagi

    Ilustrasi Logo Bank Indonesia. bi.go.id
    Ilustrasi Logo Bank Indonesia. bi.go.id

    Radhika menilai kenaikan suku bunga yang didorong faktor nilai tukar sudah tidak mendesak bagi bank sentral. Bank Indonesia (BI) dinilai telah lebih dulu mengambil langkah pencegahan ketika rupiah sempat berada di bawah tekanan.

    Kenaikan suku bunga dinilai dapat membantu nilai tukar sekaligus menambah stabilitasnya. Karena itu, Radhika tidak melihat kebutuhan bagi BI untuk kembali memperketat kebijakan moneter.

    "Namun secara regional, kita melihat beberapa bank sentral lain baru mulai memperketat kebijakan. Dari sudut pandang itu, ya, BI memang sudah lebih dulu mengambil langkah preentif," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More