Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan, Komando Pusat AS (Centcom) telah memulai serangan ke Iran guna membalas tindakan Teheran terhadap pelayaran komersial. Kembalinya keributan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi di Timur Tengah.
Serangan tersebut terjadi setelah AS mencabut izin penjualan minyak internasional Iran, yang berpotensi memperketat pasar minyak.
Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz minggu ini, sehingga meningkatkan ketidakpastian jalur laut strategis tersebut dan membuat kelanjutan pembicaraan perdamaian kedua negara menjadi tidak pasti.
"Babak permusuhan terbaru berpotensi merusak kesepakatan tersebut, dengan pembicaraan perdamaian di masa depan antara kedua negara kini tampak tidak pasti," kata Ibrahim.