Sementara itu, pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan para pelaku pasar pekan ini terlihat terus meningkatkan prediksi mereka terkait kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed) pada 2026.
Berdasarkan data dari CME Fedwatch Tool, pasar saat ini memperkirakan adanya peluang sebesar 63 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga mereka pada pertemuan pada September 2026 mendatang.
"Pasar terlihat terus meningkatkan taruhan mereka pada kenaikan suku bunga Fed pada 2026 pekan ini," ujar dia.
Ibrahim menyebutkan jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS turun minggu lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja dalam mode perekrutan dan pemecatan yang sama-sama lambat.
Di sisi lain, Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menyatakan inflasi di AS masih terlalu tinggi. Dia menambahkan, The Fed saat ini aktif membahas berbagai skenario inflasi dan tetap berkomitmen untuk mengembalikannya ke target dua persen.