Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Lanjutkan Penguatan, Tekuk Dolar AS Sore Ini

Rupiah Lanjutkan Penguatan, Tekuk Dolar AS Sore Ini
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup menguat tipis 8 poin atau 0,05 persen ke Rp17.632 per dolar AS pada Selasa sore, setelah dibuka di Rp17.612 per dolar AS.
  • Sentimen negatif dolar AS terkait kesepakatan Iran-Oman soal Selat Hormuz serta optimisme terhadap cadangan devisa Indonesia sebesar 146,5 miliar dolar AS menopang rupiah.
  • Analis Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah masih tipis dan memperkirakan rupiah berfluktuasi lalu melemah pada perdagangan Rabu, di rentang Rp17.639-Rp17.670 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (8/9/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat tipis, 8 poin atau 0,05 persen ke Rp17.632 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat 28 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.612 per dolar AS.

  1. 1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

    Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.653 per dolar AS.

    Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (4/9/2026). Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sore ini dibandingkan kemarin.

  2. 2. Iran raih kesepakatan dengan Oman picu sentimen negatif pada dolar AS

    Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, penguatan rupiah terhadap dolar AS sore ini didorong oleh berbagai aspek. Dia melihat adanya sentimen negatif pada dolar AS karena Iran dan Oman akan mencapai kesepakatan terkait pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.

    “Yang berpotensi menyediakan mekanisme untuk meredakan gangguan pelayaran,” kata Ibrahim dalam keterangannya.

    Selain itu, Iran juga memberikan peringatan keras pada AS apabila menyerang fasilitas dan infrastruktur minyak dan gas (migas)-nya.

    Iran dengan siap akan menyerang fasilitas dan infrastruktur migas milik AS di wilayah Teluk.

    Di sisi lain, pelaku pasar merespons positif optimisme BI terkait ketahanan Indonesia dari aspek eksternal, mengingat posisi cadangan devisa per Agustus 2026 naik menjadi 146,5 miliar dolar AS atau Rp2.593 triliun.

    “Keyakinan tersebut didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta potensi aliran masuk modal asing. BI menyebut persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik menjadi faktor pendukung aliran modal asing ke Indonesia,” ujar Ibrahim.

  3. 3. Rupiah diprediksi melemah besok

    Meski begitu, menurut Ibrahim penguatan rupiah masih sangat tipis dan berpotensi kembali melemah pada perdagangan besok, Rabu (9/9/2026).

    “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.639 - Rp17.670,” ujar Ibrahim.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More