Trump Pamer Gambar AI, Klaim Hasilkan Ratusan Miliar Dolar untuk AS

- Trump mengunggah puluhan gambar AI di Truth Social dengan klaim telah menghasilkan ratusan miliar dolar bagi AS, tanpa bukti pendukung; laporan mencatat pendapatannya 2,2 miliar dolar pada 2025.
- Dokumen OGE mencatat pembelian saham Intel oleh Trump pada 2026, sementara pemerintah AS memegang 10 persen Intel; fitur Truth API memicu permintaan senator agar SEC menyelidiki.
- Unggahan lain menampilkan visual militer Iran serta klaim wilayah baru AS, Bulan, dan perubahan nama geografis, di samping persona simbolis Trump dan sindiran kepada tokoh publik.
Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengunggah puluhan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) berisi beragam klaim soal keuangan dan geopolitik di platform Truth Social pada Minggu (6/9/2026). Salah satu gambar menampilkan Trump duduk di Kantor Oval sambil memantau data perdagangan dan kenaikan saham Intel, disertai klaim bahwa dirinya telah menghasilkan ratusan miliar dolar untuk AS.
Unggahan tersebut tak dilengkapi bukti yang mendukung klaim keuntungan finansial itu, sementara laporan keuangan terbaru mencatat pendapatan Trump mencapai 2,2 miliar dolar AS (setara Rp39,5 triliun) pada 2025. Pemerintah AS diketahui memiliki 10 persen saham Intel sejak Agustus 2025 melalui kepemilikan pasif tanpa hak tata kelola, dengan nilai saat ini mencapai 50 miliar dolar AS (setara Rp898,5 triliun), sedangkan dokumen Office of Government Ethics (OGE) mencatat pembelian saham Intel oleh Trump senilai 50 ribu hingga 100 ribu dolar AS (setara Rp898,5 juta hingga Rp1,8 miliar) pada 3 Februari 2026 dan transaksi lebih kecil pada pertengahan hingga akhir Maret.
1. Trump menjelaskan mekanisme pengelolaan dana pribadi pada Juli

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons) Terkait kekayaan pribadinya, Trump memberikan penjelasan mengenai pengelolaan dananya saat ditanya pada Juli. Ia menyebut seluruh dana tersebut dikelola lembaga-lembaga besar tanpa komunikasi langsung dengannya melalui mekanisme yang disebutnya sebagai rekening buta, sedangkan keuntungan yang diperoleh disebut berasal dari kenaikan pasar saham.
Trump menyebut dirinya telah menghasilkan banyak uang sebelum menjadi presiden dan menempatkan dana tersebut melalui lembaga-lembaga besar tanpa berkomunikasi dengan pengelolanya. Mekanisme yang dimaksud merupakan rekening buta, ketika pihak pengelola mengambil alih dana dan melakukan investasi secara mandiri tanpa campur tangan Trump.
“Tahukah kalian mengapa saya mendapat keuntungan? Karena pasar saham sedang naik, semua orang mendapat keuntungan… Jadi kita semua mendapat keuntungan. Saya mendapat keuntungan karena saya punya banyak uang dan banyak uang tunai, dan saya memberikannya kepada lembaga-lembaga,” ujar Trump, dikutip The Independent.
Selain transaksi saham, platform milik Trump Media juga mendapat kritik karena menyediakan fitur berbayar Truth API dengan biaya 100 ribu dolar AS (setara Rp1,8 miliar) per bulan untuk menawarkan akses awal terhadap pengumuman kebijakan yang dapat menggerakkan pasar. Dilansir CNBC, kondisi tersebut membuat sejumlah senator AS meminta Securities and Exchange Commission (SEC) memeriksa kemungkinan pelanggaran aturan sekuritas federal, sementara Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi mengenai rangkaian unggahan gambar AI itu.
2. Trump menampilkan visual AI bertema Iran di Truth Social

ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art) Rangkaian unggahan Trump juga berisi sejumlah visual AI bertema militer mengenai Iran, setelah operasi tempur besar yang dilakukan AS dan Israel selama lebih dari enam bulan di wilayah tersebut. Visual itu memperlihatkan ledakan kapal, pesawat tempur di atas Pulau Kharg, serta grafik yang belum terverifikasi mengenai kehancuran mata uang Iran dan penyebutan negara tersebut sebagai bangsa yang gagal, sementara produk domestik bruto (PDB) Iran diperkirakan berkontraksi dan inflasi mencapai rekor tertinggi.
Unggahan tentang Iran turut disertai klaim mengenai wilayah baru yang memicu reaksi internasional. Salah satu gambar menandai Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS, sedangkan gambar lainnya mengklaim kepemilikan atas Bulan serta mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika setelah pemerintah federal mengeluarkan perintah eksekutif, sementara Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan pihaknya akan tetap menggunakan nama Danau Ontario.
3. Trump menampilkan persona simbolis melalui gambar AI di Truth Social

Donald Trump. (instagram.com/realdonaldtrump) Di luar isu ekonomi dan luar negeri, Trump mengunggah sejumlah gambar AI yang menggambarkan dirinya dalam berbagai persona simbolis. Visual tersebut menampilkan Trump dikelilingi robot futuristik di depan Gedung Capitol, bergaya seperti pegulat Hulk Hogan, berada di pusat komando Space Force, hingga menyertakan klaim perubahan nama New Mexico menjadi New America, sedangkan desain seragam Space Force yang diusulkan memicu perbandingan pengamat daring dengan kostum penjahat dalam film Star Wars.
Aktivitas di platform tersebut juga memuat kliping media konservatif dan sindiran politik terhadap sejumlah tokoh publik. Trump memuji Jaksa Agung Florida James Uthmeier dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jim Jordan, sekaligus menyindir Anggota DPR Debbie Dingell dan aktor Robert De Niro. Selain itu, Trump juga menampilkan ilustrasi permainan hoki melawan Carney, lengkap dengan slogan “BERIKAN MEREKA MIMPI BURUK” dan “MEREKA AKAN MEMIMPIKAN KITA SELAMANYA”.





















