Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Melemah Pagi Ini, Investor Wait and See Proposal Damai AS-Iran
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah 12 poin ke Rp17.756 per dolar AS di awal perdagangan, dipengaruhi sentimen global dan domestik.
  • Investor bersikap wait and see menanti respons Iran terhadap proposal damai dari Amerika Serikat yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
  • Defisit anggaran dan kebijakan ekspor Danantara dinilai menekan rupiah, dengan proyeksi pergerakan harian di kisaran Rp17.700–Rp17.800 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan dalam mengawali perdagangan Selasa (26/5/2026). Rupiah tertekan oleh sentimen dalam dan luar negeri.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.07 WIB, mata uang Garuda bergerak melemah 12 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.756 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Investor wait and see pantau perdamaian AS-Iran

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan cenderung berkonsolidasi atau bergerak stabil dalam rentang tertentu terhadap dolar AS.

Investor memilih untuk mengambil sikap wait and see atau menanti perkembangan situasi global. Pelaku pasar tengah menunggu bagaimana respons resmi dari pihak Iran mengenai proposal perdamaian yang diajukan oleh AS, yang kabarnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS, investor wait and see menantikan respon Iran terhadap proposal damai AS yang diperkirakan akan trjadi dalam waktu dekat," katanya.

2. Defisit anggaran dan sentimen Danantara hantui pasar

Di sisi lain, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti sejumlah faktor internal yang menjadi momok utama bagi pelemahan rupiah di saat mata uang negara tetangga bergerak menghijau.

Isu pertama yang dicermati adalah masalah defisit anggaran, di mana pengeluaran belanja negara melebihi pendapatan yang diterima sehingga penurunan harga minyak dunia saat ini dinilai belum mampu mengangkat sentimen positif untuk mendongkrak rupiah.

Ibrahim juga menyebutkan pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai kebijakan ekspor komoditas melalui satu pintu lewat Danantara menuai kontra dari berbagai pihak.

"Kemudian yang ketiga, ya tentang kebijakan-kebijakan yang kurang pro ya terhadap pasar. Ya ini yang membuat kemungkinan besar rupiah ini masih akan terus mengalami pelemahan," paparnya.

3. Proyeksi pergerakan rupiah di perdagangan hari ini

Melihat kondisi pasar saat ini, Lukman memperkirakan pergerakan mata uang rupiah sepanjang hari ini akan berada di dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan tren pelemahan mata uang Garuda masih berpotensi berlanjut, dengan estimasi penurunan berkisar antara 50 sampai 60 poin.

Editorial Team

Related Article