Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Melesat Pagi Ini, Berkat Data Tenaga Kerja AS Melempem

Rupiah Melesat Pagi Ini, Berkat Data Tenaga Kerja AS Melempem
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Rupiah menguat 76 poin atau 0,42 persen menjadi Rp17.821 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi.
  • Data Non-Farm Payrolls AS yang lebih lemah dari harapan menekan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
  • Ketegangan geopolitik Timur Tengah dapat membatasi penguatan rupiah, yang diproyeksikan bergerak pada Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan awal pekan, Senin (10/8/2026) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.17 WIB, mata uang Garuda terpantau melesat tajam 76 poin atau 0,42 persen ke level Rp17.821 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Data tenaga kerja AS melemah tekan ekspektasi suku bunga

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan dolar AS sedang tertekan setelah rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) atau jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian AS pada hari Jumat lalu tercatat jauh lebih lemah dari harapan pasar.

Kondisi lesunya data pekerjaan tersebut dinilai memicu menurunnya ekspektasi pelaku pasar terkait potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP pada hari Jumat yang jauh lebih lemah dari harapan memicu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed," kata dia.

2. Ketegangan geopolitik Timur Tengah berisiko batasi penguatan

Meskipun rupiah berpeluang melanjutkan tren positifnya. Namun potensi penguatan tersebut bisa saja tertahan. Kembali memanasnya situasi politik antarnegara atau ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berisiko membatasi ruang penguatan rupiah.

"Kembali kisruhnya geopolitik di Timur Tengah bisa membatasi penguatan," ujar Lukman.

3. Proyeksi pergerakan kurs rupiah hari ini

Terkait dengan perkiraan nilai tukar sepanjang hari ini, Lukman memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan berada dalam rentang harian di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More