Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Ide Bisnis Baking yang Tidak Hanya Mengandalkan Pesanan Kue

5 Ide Bisnis Baking yang Tidak Hanya Mengandalkan Pesanan Kue
Membuat Kue (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Bisnis baking dapat mengurangi ketergantungan pada pesanan kue musiman dengan mendiversifikasi produk dan sumber pendapatan.
  • Produk frozen baking serta baking kit memungkinkan produksi terjadwal, penjualan paket, dan pengalaman memasak praktis bagi konsumen.
  • Keahlian baking bisa dimonetisasi lewat kelas online, e-book resep, serta hampers dan gift box untuk beragam kebutuhan hadiah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bisnis baking sering kali identik dengan pesanan kue untuk ulang tahun, pernikahan, acara keluarga, atau perayaan tertentu. Model seperti ini memang memiliki pasar yang cukup jelas, tetapi pendapatan bisnis bisa menjadi tidak stabil jika terlalu bergantung pada pesanan musiman. Ada periode tertentu ketika pesanan meningkat, tetapi ada pula masa ketika jumlah order menurun karena tidak banyak orang sedang mengadakan acara. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha baking perlu memikirkan cara lain untuk menghasilkan pendapatan secara lebih konsisten.

Perkembangan tren kuliner dan perubahan kebiasaan konsumen sebenarnya membuka banyak peluang baru. Bisnis baking kini tidak harus hanya menjual kue berdasarkan pesanan, tetapi dapat mengembangkan produk siap jual, makanan beku, hampers, kelas baking, hingga produk pendukung lainnya. Dengan memanfaatkan kreativitas, media sosial, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen, hobi membuat kue dapat dikembangkan menjadi bisnis dengan berbagai sumber pendapatan.

Berikut beberapa ide bisnis baking yang tidak hanya mengandalkan pesanan kue! Scroll dibawah ini!

1. Bisnis frozen baking

Ilustrasi adonan kue (freepik.com/freepik)
Ilustrasi adonan kue (freepik.com/freepik)

Produk frozen menjadi salah satu model bisnis yang menarik karena konsumen dapat menyimpan produk dan memanggangnya ketika dibutuhkan. Pelaku usaha dapat menawarkan adonan cookies, cinnamon roll siap panggang, pastry, pie, croissant, hingga berbagai jenis adonan lainnya dalam kondisi beku. Konsumen cukup mengikuti petunjuk penyimpanan dan pemanggangan yang diberikan.

Model ini memberikan keuntungan karena produksi dapat dilakukan secara terjadwal dan tidak harus menunggu pesanan masuk setiap hari. Pelaku usaha juga dapat menjual produk dalam bentuk paket sehingga nilai transaksi menjadi lebih besar. Agar konsumen percaya, informasi mengenai bahan, tanggal produksi, cara penyimpanan, masa simpan, dan petunjuk pemasakan perlu dicantumkan secara jelas pada kemasan.

2. Bisnis baking kit

Membuat kue
Membuat Kue (freepik.com/jcomp)

Baking kit dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin membuat kue sendiri tetapi tidak ingin repot menyiapkan semua bahan. Pelaku usaha dapat menyediakan bahan-bahan yang sudah ditimbang sesuai takaran dan dikemas dalam satu paket. Produk dapat dilengkapi resep sederhana sehingga konsumen hanya perlu mengikuti langkah yang tersedia.

Bisnis ini juga dapat dikembangkan menjadi produk edukatif untuk anak-anak maupun keluarga. Misalnya, tersedia paket membuat cookies, brownies, cupcake, atau pizza dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Kemasan yang menarik dan petunjuk yang mudah dipahami dapat menjadi nilai tambah. Selain menghasilkan pendapatan dari produk, bisnis juga dapat membangun citra sebagai brand yang mengajak konsumen menikmati pengalaman membuat makanan sendiri.

3. Membuka kelas baking online

Online Cooking Class
Online Cooking Class (freepik.com/freepik)

Keahlian membuat kue dapat diubah menjadi sumber pendapatan melalui kelas baking. Pelaku usaha dapat membuat kelas secara langsung melalui video conference atau menyediakan video tutorial yang dapat ditonton kapan saja. Materi dapat disesuaikan dengan target peserta, mulai dari dasar-dasar baking hingga teknik membuat produk tertentu.

Kelas online juga memiliki keunggulan karena materi yang sudah dibuat dapat digunakan berkali-kali. Pelaku usaha dapat menjual akses video, modul digital, resep, atau paket pembelajaran berdasarkan tingkat kemampuan. Dengan membangun reputasi melalui konten edukasi di media sosial, bisnis kelas baking dapat berkembang tanpa harus bergantung pada penjualan kue secara langsung.

4. Menjual resep dan e-book baking

E-book
E-book (freepik.com/rawpixel.com)

Bagi pelaku usaha yang memiliki resep andalan, menjual resep dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Resep dapat dikemas menjadi e-book yang berisi bahan, langkah pembuatan, tips menghindari kegagalan, hingga cara menyimpan produk. Materi dapat dibuat berdasarkan tema tertentu agar lebih mudah dipasarkan kepada target pembaca.

Keunggulan produk digital adalah tidak membutuhkan proses pengiriman barang secara fisik. Setelah produk selesai dibuat, e-book dapat dijual kepada banyak pelanggan tanpa harus memproduksi ulang dalam bentuk fisik. Meskipun demikian, kualitas informasi tetap harus menjadi perhatian utama. Resep harus jelas, teruji, dan mudah diikuti agar pelanggan merasa memperoleh manfaat sesuai dengan harga yang dibayarkan.

5. Hampers dan gift box

Ilustrasi hampers
Ilustrasi hampers (pexels.com/Yahya Gopalani)

Bisnis hampers dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi usaha baking, terutama pada momen tertentu seperti hari raya, ulang tahun, wisuda, pernikahan, maupun perayaan lainnya. Produk baking seperti cookies, brownies, cake jar, atau pastry dapat dikombinasikan dengan minuman, kartu ucapan, atau produk kecil lainnya untuk menciptakan paket hadiah yang lebih menarik.

Agar tidak hanya bergantung pada musim tertentu, bisnis hampers dapat menyediakan pilihan paket untuk berbagai kebutuhan. Misalnya paket untuk ucapan terima kasih, hadiah ulang tahun, hadiah untuk rekan kerja, atau bingkisan sederhana untuk keluarga. Sistem pre-order dapat digunakan untuk mengatur jumlah produksi sehingga risiko produk tersisa dapat diminimalkan.

Bisnis baking memiliki peluang yang jauh lebih luas daripada sekadar menerima pesanan kue untuk acara tertentu. Cookies, frozen baking, hampers, baking kit, dessert dalam jar, hingga produk sarapan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang lebih fleksibel. Sementara itu, keahlian dan pengalaman baking juga dapat dikembangkan menjadi kelas online, e-book resep, konten digital, maupun kolaborasi dengan bisnis kuliner lain. Diversifikasi seperti ini dapat membantu pelaku usaha mengurangi ketergantungan terhadap pesanan kue yang sifatnya musiman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More