Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Selasa Pagi, Ini Penyebabnya

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Selasa Pagi, Ini Penyebabnya
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah menguat 20 poin ke level Rp16.977 per dolar AS pada Selasa pagi, setelah sebelumnya melemah di akhir perdagangan Senin.
  • Penguatan rupiah didorong oleh turunnya harga minyak mentah dunia dan harapan dibukanya kembali jalur Selat Hormuz.
  • Bank Indonesia diperkirakan akan melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar, dengan proyeksi pergerakan rupiah di kisaran Rp16.900–Rp17.050 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah mengalami penguatan atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (17/3/2026) pagi.

Mengutip Bloomberg, hingga pukul 09.48 WIB, kurs rupiah ada di level Rp16.977 per dolar AS atau menguat 20 poin (+0,12 persen).

Sebelumnya, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Senin (16/3/2026), yakni pada posisi Rp16.997 per dolar AS.

1. Faktor penguat rupiah atas dolar AS

Pengamat pasar keuangan, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi akan terus menguat hadapi dolar AS hari ini.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh menurunnya harga minyak mentah dunia di tengah harapan apabila Selat Hormuz akan kembali bisa segera dilewati," kata Lukman kepada IDN Times, Selasa pagi.

2. Trump umumkan beberapa negara amankan Selat Hormuz

Adapun pembukaan Selat Hormuz dan potensi penurunan harga minyak tidak lepas dari Presiden AS Donald Trump, yang telah membuat pernyataan baru terkait negara-negara bakal mengamankan jalur tersebut.

"Menyusul pernyataan Trump yang akan mengumumkan dalam waktu dekat, beberapa negara yang ikut mengamankan jalur itu," kata Lukman.

3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini

Meski demikian, pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali hadir di pasar, untuk melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah stabilisasi tersebut dipandang penting untuk meredam volatilitas yang meningkat di pasar keuangan.

"Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS," ujar Lukman.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Business

See More