Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Menguat Pagi Ini, Bayang-bayang Data AS Masih Mengintai

Rupiah Menguat Pagi Ini, Bayang-bayang Data AS Masih Mengintai
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Data ekonomi AS dorong dolar tetap kuat. Rupiah berpotensi melemah karena data ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan pasar.
  • Pernyataan hawkish The Fed juga topang dolar. Pernyataan hawkish dari pejabat The Fed memberi dorongan tambahan pada penguatan dolar.
  • Peran BI jadi penyeimbang pasar. Bank Indonesia diharapkan melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar untuk menguatkan rupiah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 09.09 WIB, rupiah berada di level Rp16.860 per dolar AS, menguat 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di kisaran Rp16.865 per dolar AS.

1. Data ekonomi AS dorong dolar tetap kuat

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyampaikan rupiah tetap berpotensi melemah ke depan, seiring menguatnya dolar AS yang ditopang oleh rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.

Dia menjelaskan, data Producer Price Index (PPI) atau indeks harga produsen, penjualan ritel, serta data perumahan AS tercatat lebih kuat dari perkiraan pasar.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS menyusul data ekonomi AS PPI, penjualan ritel dan rumah yang lebih kuat dari perkiraan," katanya.

2. Pernyataan hawkish The Fed juga topang dolar

Selain itu, pernyataan hawkish atau cenderung mendukung suku bunga tinggi dari beberapa pejabat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) semalam turut memberi dorongan tambahan pada penguatan dolar.

"Dolar AS juga didukung oleh pernyataan hawkish dari beberapa pejabat the Fed semalam," katanya.

3. Peran BI jadi penyeimbang pasar

Meski demikian, Lukman menilai ruang pelemahan rupiah bisa tertahan. Dia menyebut Bank Indonesia (BI) diharapkan kembali melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar, sehingga pergerakan rupiah berpeluang berbalik menguat.

"BI diharapkan akan kembali mengintervensi dan bisa berbalik menguatkan rupiah," ujar Lukman.

Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini. Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada dalam rentang Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Kerja Sama INA dan DP World Bikin Pelabuhan Belawan Lebih Efisien

15 Jan 2026, 10:52 WIBBusiness