Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Melotot ke Rp16.870 per Dolar AS, Menkeu: Tidak Perlu Panik

JML_3889.jpg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya sih...
  • Rupiah melemah ke Rp16.870 per Dolar AS menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
  • Purbaya optimistis pelemahan rupiah hanya sementara dan akan menguat dalam dua minggu ke depan.
  • Pemerintah terus memperkuat fundamental perekonomian domestik untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hanya bersifat sementara. Berdasarkan data Bloomberg per Rabu (14/1/2026), rupiah berada di level Rp 16.870 per dolar AS.

Purbaya optimistis jika kondisi perekonomian domestik terus berjalan kondusif, dampak negatif dari pelemahan rupiah akan dapat diredam. Ia memperkirakan pelemahan rupiah hanya akan berlangsung dalam dua minggu ke depan.

"Jadi, untuk teman-teman di pasar, ibu-ibu, dan lainnya, tidak perlu panik. Rupiah akan segera menguat dalam dua minggu ke depan," ujar Purbaya usai Program Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Purbaya menegaskan, pemerintah terus memperkuat fundamental perekonomian domestik untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Mengingat fluktuasi nilai tukar yang terjadi dapat mempengaruhi kegiatan masyarakat dan aktivitas bisnis secara keseluruhan.

"Pada triwulan-triwulan tahun ini, kita mungkin bisa tumbuh ke arah 6 persen. Kami akan dorong ke arah sana. Jadi, jika itu sudah diyakini, tidak perlu takut. Fondasi ekonomi kita kuat, rupiah akan kembali menguat," tambah Purbaya.

Ia menjelaskan saat pertumbuhan ekonomi berada dalam tren positif, investor akan tertarik menanamkan modal mereka di pasar keuangan Indonesia. Imbasnya, mata uang rupiah akan turut menguat.

"Gak ada alasan bagi investor untuk takut konversi ke rupiah. Asing juga sudah mulai masuk, seperti yang terlihat di pasar modal kita. Jika dikelola dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan nilai tukar rupiah," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Dahlan Iskan Kritik Revisi UU BUMN: Lebih Jelek dari Sebelumnya

14 Jan 2026, 17:00 WIBBusiness