Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Sentimen eksternal dan domestik dinilai masih mendukung pergerakan mata uang Garuda.
Optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menopang rupiah. Menurutnya, pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat. Harapan tercapainya kesepakatan tersebut dinilai dapat mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik global.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah menyusul pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan terjadi dalam waktu dekat," ujar Lukman kepada IDN Times, Jumat (12/6/2026).