Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS, Ditutup ke Rp17.860 per Dolar AS
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup menguat ke Rp17.860 per dolar AS, naik 0,71 persen dan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia.
  • Penguatan rupiah didorong oleh sentimen positif global, termasuk optimisme terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump.
  • Dari dalam negeri, ekspektasi kenaikan suku bunga BI dan potensi pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis memberi dorongan positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada akhir perdagangan Jumat (12/6/2026) sore.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup pada level Rp17.860 per dolar AS. Posisi ini menguat 128,50 poin atau 0,71 persen dibandingkan penutupan kemarin.

1. Rupiah menguat paling besar di kawasan Asia

Mata uang di kawasan Asia kompak menguat, dengan rincian:

  • Bath Thailand menguat 0,12 poin

  • Ringgit Malaysia menguat 0,01 poin

  • Yuan China menguat 0,01 poin

  • Rupee India menguat 0,62 poin

  • Won Korea menguat 13,88 poin

2. Pendorong penguatan rupiah

Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Sentimen eksternal dan domestik dinilai masih mendukung pergerakan mata uang Garuda.

Optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menopang rupiah. Menurutnya, pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat. Harapan tercapainya kesepakatan tersebut dinilai dapat mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik global.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah menyusul pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan terjadi dalam waktu dekat," ujar Lukman kepada IDN Times, Jumat (12/6/2026).

3. Pemangkasan anggaran MBG beri sentimen positif

Dari dalam negeri, sentimen positif juga masih cukup kuat. Investor menaruh ekspektasi Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi impor.

Selain itu, kabar mengenai potensi pengurangan kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut dipandang positif oleh pelaku pasar karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap fiskal pemerintah.

"Pelaku pasar tetap akan mencermati perkembangan aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini," ujar Lukman.

Editorial Team

Related Article