Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.946 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.946 per Dolar AS
Lembar Rupiah Indonesia (Pixabay)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka menguat ke Rp17.946 per dolar AS, naik 42 poin atau 0,23 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Analis menilai penguatan rupiah didorong sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik dan peluang kesepakatan antara AS dan Iran.
  • Dalam negeri, ekspektasi kenaikan suku bunga BI serta potensi pengurangan anggaran MBG memberi dukungan tambahan meski pasar tetap waspada terhadap aksi demonstrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (12/6/2026) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.946 per dolar AS. Posisi ini menguat 42 poin atau 0,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

1. Rincian mata uang di Kawasan Asia pagi ini

Daftar pergerakan mata uang di kawasan Asia menguat, rinciannya:

  • Ringgit Malaysia menguat 0,18 persen
  • Yuan China menguat 0,14 persen
  • Pesso Filipina menguat 0,41 persen
  • Won Korea menguat 0,72 persen

2. Nilai tukar akan menguat sepanjang hari ini

Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Sentimen eksternal dan domestik dinilai masih mendukung pergerakan mata uang Garuda.

Optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menopang rupiah. Menurutnya, pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat. Harapan tercapainya kesepakatan tersebut dinilai dapat mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik global.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah menyusul pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan terjadi dalam waktu dekat," ujar Lukman kepada IDN Times, Jumat (12/6/2026).

3. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan aksi demonstrasi

Dari dalam negeri, sentimen positif juga masih cukup kuat. Investor menaruh ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi impor.

Selain itu, kabar mengenai potensi pengurangan kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut dipandang positif oleh pelaku pasar karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap fiskal pemerintah.

Meski demikian, Lukman menilai pelaku pasar tetap akan mencermati perkembangan aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini. Jika situasi berlangsung kondusif, dampaknya terhadap pasar keuangan diperkirakan terbatas.

"Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More