Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusia Tegaskan Komitmen Kerja Sama Migas dengan Indonesia
Ilustrasi minyak mentah. (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Kedubes Rusia menegaskan komitmen kuat untuk memperkuat kerja sama migas dengan Indonesia melalui format kolaborasi dan mekanisme bisnis yang sedang dibahas.
  • Harga minyak untuk Indonesia akan ditentukan lewat diskusi antara kedua negara, mempertimbangkan aspek bisnis serta kondisi pasar global.
  • Pemerintah menargetkan impor minyak mentah dari Rusia mulai berjalan pada April 2026 sebagai tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia mengeluarkan pernyataan resmi terkait kerja sama minyak dan gas (migas) dengan Indonesia. Mereka menegaskan komitmen dalam kerja sama tersebut.

"Komitmen dari kami (Rusia) untuk mengembangkan kerja sama dengan Indonesia itu kuat. Format kolaborasi khusus tengah kami diskusikan, dengan mekanisme bisnis yang cocok," tulis pernyataan resmi mereka.

1. Indonesia berpotensi dapat minyak dengan harga murah

ilustrasi sumur minyak mentah (freepik.com)

Kedubes Rusia dalam pernyataannya menyebut, perkara harga minyak untuk Indonesia bakal melalui proses diskusi lebih lanjut. Namun, tetap ada beberapa faktor yang akan menentukan murah atau tidaknya harga.

"Terkait harga minyak, akan didiskusikan dan disepakati berdasarkan beberapa aspek bisnis antara Indonesia dan Rusia, juga bergantung pada situasi pasar global," tulis pernyataan resmi mereka.

2. Proses kerja sama migas sudah terjalin

Ilustrasi inflasi minyak mentah (pexels.com/Michael Pointner)

Kedubes Rusia menegaskan, pihaknya membuka peluang baru terkait kerja sama migas dengan Indonesia di masa depan. Apalagi, Presiden Indonesia Prabowo Subianto sudah berkunjung ke Moskow pada 13 April.

"Kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Moskow pada 13 April, dilanjutkan negosiasi soal minyak pada 14 April, adalah langkah awal dibukanya peluang kerja sama migas antara kedua negara," tulis pernyataan resmi itu.

3. Minyak Rusia akan datang ke Indonesia pada 26 April

ilustrasi industri minyak mentah (pixabay.com/RJA1988)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia akan mulai direalisasikan. Targetnya bisa berjalan mulai April 2026. Hal tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

"Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan (bisa dikirim dari Rusia), Insya Allah," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Editorial Team