Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Langkah Mengamankan Dana di Rekening agar Terhindar dari Skimming

5 Langkah Mengamankan Dana di Rekening agar Terhindar dari Skimming
ilustrasi seseorang cek saldo rekening (pexels.com/Sam Lion)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti ancaman skimming yang masih marak dan pentingnya kewaspadaan pengguna ATM serta layanan digital untuk melindungi data perbankan dari pencurian.
  • Ditekankan lima langkah utama pencegahan, seperti memilih ATM aman, menutupi keypad saat memasukkan PIN, mengaktifkan notifikasi transaksi, mengganti PIN rutin, dan memeriksa mutasi rekening secara berkala.
  • Pesan utamanya: kebiasaan sederhana namun konsisten dalam menjaga keamanan rekening dapat secara signifikan menekan risiko menjadi korban kejahatan skimming di era transaksi digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Transaksi perbankan kini semakin mudah berkat hadirnya ATM, mobile banking, dan berbagai layanan digital lainnya. Kamu bisa menarik uang, mentransfer dana, atau membayar tagihan hanya dalam hitungan menit. Meski begitu, kemudahan tersebut juga diikuti oleh berbagai risiko kejahatan siber, salah satunya adalah skimming. Modus ini masih menjadi ancaman karena pelaku berusaha mencuri data kartu ATM untuk menguras isi rekening korban.

Banyak orang mengira skimming hanya terjadi karena nasib buruk, padahal ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya. Kewaspadaan saat menggunakan kartu ATM maupun menjaga data pribadi menjadi kunci utama agar rekening tetap aman. Semakin cepat kamu mengenali cara kerja pelaku, semakin kecil peluang menjadi korban. Berikut lima langkah yang bisa diterapkan untuk melindungi dana di rekening dari kejahatan skimming.

1. Gunakan ATM di lokasi yang resmi dan ramai

ilustrasi kartu ATM (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi kartu ATM (pexels.com/Pixabay)

Saat ingin menarik uang tunai, usahakan memilih ATM yang berada di dalam kantor bank, pusat perbelanjaan, atau lokasi yang memiliki petugas keamanan. Tempat-tempat tersebut umumnya mendapatkan pengawasan lebih baik, sehingga risiko pemasangan alat skimming lebih kecil. Sebaliknya, ATM yang sepi atau berada di lokasi terpencil lebih berisiko dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan faktor jarak atau kemudahan akses.

Sebelum memasukkan kartu, perhatikan kondisi mesin ATM secara menyeluruh. Kalau bagian tempat memasukkan kartu terlihat longgar, gak biasa, atau ada perangkat tambahan yang mencurigakan, sebaiknya batalkan transaksi dan cari ATM lain. Kewaspadaan beberapa detik sebelum bertransaksi bisa mencegah kerugian yang jauh lebih besar. Jangan ragu melapor kepada pihak bank jika menemukan kejanggalan.

2. Tutupi keypad saat memasukkan PIN

ilustrasi seseorang sedang cek saldo rekenin
ilustrasi seseorang sedang cek saldo rekening (pexels.com/Tim Samuel)

Pelaku skimming gak hanya berusaha menyalin data kartu, tetapi juga mencari tahu nomor PIN korban. Salah satu caranya adalah memasang kamera kecil yang mengarah ke keypad ATM atau mengamati langsung dari kejauhan. Kalau PIN berhasil diketahui, pelaku memiliki peluang lebih besar untuk menyalahgunakan data kartu yang sudah dicuri. Itulah sebabnya, menjaga kerahasiaan PIN sama pentingnya dengan menjaga kartu ATM.

Biasakan menutupi tombol keypad menggunakan tangan yang lain saat memasukkan PIN. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini sangat efektif untuk menghalangi kamera tersembunyi maupun pandangan orang di sekitar. Hindari juga meminta bantuan orang yang gak dikenal saat mengalami kesulitan menggunakan ATM. Sebisa mungkin lakukan seluruh proses transaksi sendiri.

3. Aktifkan notifikasi setiap transaksi rekening

Ilustrasi notifikasi ponsel
Ilustrasi notifikasi ponsel (pexels.com/RDNE Stock project)

Notifikasi transaksi menjadi salah satu cara paling cepat untuk mengetahui jika ada aktivitas mencurigakan pada rekeningmu. Saat ada penarikan tunai, transfer, atau pembayaran yang gak kamu lakukan, pemberitahuan akan langsung muncul sehingga kamu bisa segera mengambil tindakan. Semakin cepat transaksi mencurigakan diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Karena itu, jangan abaikan fitur keamanan yang disediakan bank.

Aktifkan notifikasi melalui aplikasi mobile banking, SMS, atau email sesuai layanan yang tersedia. Pastikan juga nomor telepon dan alamat email yang terdaftar selalu aktif. Kalau menerima notifikasi transaksi yang gak dikenali, segera hubungi layanan resmi bank untuk meminta pemblokiran kartu atau rekening sementara. Respons yang cepat sangat penting dalam situasi seperti ini.

4. Rutin mengganti PIN dan jangan gunakan kombinasi yang mudah ditebak

ilustrasi e-wallet (freepik.com/benzoix)
ilustrasi e-wallet (freepik.com/benzoix)

Masih banyak orang menggunakan PIN berupa tanggal lahir, tahun kelahiran, atau angka berurutan karena mudah diingat. Padahal, kombinasi seperti itu lebih mudah ditebak oleh pelaku kejahatan. Selain memilih PIN yang kuat, kamu juga disarankan menggantinya secara berkala untuk meningkatkan keamanan rekening. Langkah ini membantu mengurangi risiko jika data kartu sempat diketahui pihak lain.

Gunakan kombinasi angka yang gak berkaitan dengan informasi pribadi. Hindari menyimpan PIN di dompet, menuliskannya pada kartu ATM, atau membagikannya kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku dari pihak bank. Ingat, petugas bank gak akan pernah meminta PIN milik nasabah. Menjaga kerahasiaan PIN merupakan tanggung jawab setiap pemilik rekening.

5. Periksa mutasi rekening secara berkala

Ilustrasi seseorang mengecek mutasi rekening (pexels.com/cottonbro studio)
Ilustrasi seseorang mengecek mutasi rekening (pexels.com/cottonbro studio)

Jangan menunggu saldo berkurang dalam jumlah besar baru memeriksa riwayat transaksi. Biasakan mengecek mutasi rekening secara rutin, baik melalui mobile banking, internet banking, maupun buku tabungan. Cara ini membantu kamu mengetahui jika ada transaksi kecil yang sebenarnya gak pernah dilakukan. Dalam beberapa kasus, pelaku kejahatan melakukan transaksi bernilai kecil terlebih dahulu sebelum mengambil dana dalam jumlah lebih besar.

Kalau menemukan transaksi yang gak dikenali, segera laporkan kepada pihak bank untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jangan menunda pelaporan karena setiap menit bisa sangat berarti dalam proses pengamanan rekening. Kebiasaan memantau mutasi rekening juga membuatmu lebih mudah mengontrol kondisi keuangan sehari-hari. Selain meningkatkan keamanan, langkah ini membantu memastikan seluruh transaksi memang berasal dari aktivitasmu sendiri.

Kejahatan skimming memang menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai di era transaksi digital. Namun, bukan berarti kamu harus merasa takut setiap kali menggunakan ATM atau kartu debit. Selama menerapkan kebiasaan yang benar, seperti memilih ATM yang aman, menjaga kerahasiaan PIN, dan rutin memantau transaksi rekening, risiko menjadi korban bisa ditekan secara signifikan. Kewaspadaan kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih efektif daripada menyesal setelah kehilangan uang.

Mulailah membangun kebiasaan menjaga keamanan rekening sejak sekarang. Jangan menganggap langkah-langkah sederhana sebagai hal yang sepele karena justru tindakan itulah yang menjadi benteng pertama melindungi dana milikmu. Semakin peduli terhadap keamanan data perbankan, semakin tenang pula kamu menjalani aktivitas finansial setiap hari. Uang yang sudah susah payah kamu kumpulkan pun tetap aman dari tangan pelaku kejahatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More