Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Cuma Bisnis, Ini Alasan Rusia Mau Pasok Minyak Mentah ke RI

Bukan Cuma Bisnis, Ini Alasan Rusia Mau Pasok Minyak Mentah ke RI
ilustrasi ekspor minyak menggunakan kapal tanker (pexels.com/Alexander Bobrov)
Intinya Sih
  • Rusia bersedia memasok minyak mentah ke Indonesia karena faktor bisnis dan hubungan historis yang sudah terjalin sejak era Presiden Soekarno.
  • Langkah kerja sama energi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
  • Pemerintah menegaskan prinsip ekonomi bebas aktif dan melakukan diversifikasi pasokan energi demi menjaga ketahanan serta ketersediaan minyak nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan Rusia bersedia menyuplai minyak mentah (crude) ke Indonesia. Dari sisi komersial, Rusia tentu mendapatkan keuntungan dengan menjual komoditas energinya ke tanah air.

Selain aspek bisnis, Bahlil menyinggung kedekatan historis yang sudah terjalin sejak masa pascakemerdekaan. Dia mengingatkan saat Indonesia masih dijajah negara lain, Rusia merupakan negara pertama yang memberikan bantuan di era Presiden Soekarno.

"Kau kan tahu waktu Eropa lain menjajah negara kita, yang pertama memberikan bantuan kepada Indonesia di zamannya Bung Karno kan Rusia. Dan hubungan baik ini kan dijaga terus," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Table of Content

1. Tindak lanjut pertemuan Prabowo dan Putin

1. Tindak lanjut pertemuan Prabowo dan Putin

Bukan Cuma Bisnis, Ini Alasan Rusia Mau Pasok Minyak Mentah ke RI
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menerima Presiden Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin (13/4/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Rencana pengadaan energi tersebut disebut Bahlil sebagai instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dia diminta menindaklanjuti hasil pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

"Seperti yang saya sampaikan di Istana bahwa atas arahan Bapak Presiden, saya diminta untuk menindaklanjuti pertemuan dari dua pemimpin, Presiden Prabowo sama Presiden Putin," paparnya.

2. Indonesia jalankan ekonomi bebas aktif

Bukan Cuma Bisnis, Ini Alasan Rusia Mau Pasok Minyak Mentah ke RI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/3/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil menegaskan dalam pergaulan global, Indonesia tidak hanya berpegang pada asas politik bebas aktif, tetapi juga menerapkan ekonomi bebas aktif. Hal itu merupakan konsekuensi sebagai negara independen.

Prinsip tersebut menjadi landasan bagi Indonesia untuk bekerja sama dengan negara mana pun demi kepentingan nasional, tanpa harus memihak pada blok tertentu dalam perpolitikan dunia.

"Indonesia dalam pergaulan global itu menganut asas politik bebas aktif, tapi juga menganut ekonomi bebas aktif. Itu sebagai konsekuensi daripada sebuah negara yang independen, yang mau berkawan semuanya," ujar Bahlil.

3. Diversifikasi pasokan untuk ketahanan energi

Bukan Cuma Bisnis, Ini Alasan Rusia Mau Pasok Minyak Mentah ke RI
ilustrasi kilang minyak (pexels.com/ Erik Mclean)

Bahlil menyebut, Indonesia juga melakukan hal serupa dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS). Dia menilai dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada satu negara tertentu sebagai sumber pasokan.

Langkah diversifikasi itu diambil untuk memastikan ketersediaan minyak mentah nasional tetap terjaga. Dengan memperluas sumber pengadaan dari berbagai negara, kondisi pasokan energi di Indonesia akan semakin membaik ke depannya.

"Dalam posisi geopolitik yang tidak menentu, kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara, jadi harus ada diversifikasi. Jadi Insya Allah crude kita, Insya Allah akan semakin membaik," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More