Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Saat Rupiah Tertekan, Kenali Faktor-Faktor yang Bisa Memicu Inflasi!

Saat Rupiah Tertekan, Kenali Faktor-Faktor yang Bisa Memicu Inflasi!
ilustrasi inflasi (unsplash.com/@joa70)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Sisi Positif
  • Pelemahan rupiah terhadap dolar AS berpotensi memicu inflasi karena harga barang impor dan bahan baku industri menjadi lebih mahal bagi konsumen dalam negeri.
  • Inflasi juga didorong oleh meningkatnya permintaan barang dan jasa, kenaikan harga bahan baku, serta pertumbuhan jumlah uang beredar yang melampaui laju ekonomi.
  • Faktor lain seperti defisit anggaran, ekspektasi inflasi masyarakat, dan potensi krisis moneter turut memperkuat tekanan harga di pasar domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di dalam negeri.

Kondisi ini terjadi karena depresiasi rupiah dapat membuat harga barang impor dan bahan baku industri menjadi lebih mahal yang pada akhirnya dapat diteruskan ke harga barang dan jasa di tingkat konsumen.

Lalu, faktor apa saja yang mendorong naiknya inflasi?

1. Naiknya permintaan barang dan jasa

Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)
Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

Kondisi ini membuat permintaan barang dan jasa meningkat dan melebihi pasokan yang tersedia.

Ketika permintaan masyarakat tumbuh lebih cepat dibandingkan kemampuan produsen memenuhi kebutuhan tersebut, harga cenderung mengalami kenaikan. Kondisi ini biasanya terjadi saat pendapatan masyarakat meningkat, jumlah penduduk bertambah, atau terjadi perubahan pola konsumsi.

2. Kenaikan harga bahan baku

Pedagang cabai di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)
Pedagang cabai di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)

Kenaikan harga bahan baku juga menjadi pemicu inflasi dari sisi penawaran (cost-push inflation).

Harga energi seperti minyak dan gas maupun komoditas pertanian yang lebih mahal akan meningkatkan biaya produksi perusahaan.

Beban biaya tersebut umumnya diteruskan kepada konsumen melalui kenaikan harga jual produk.

3. Bertambahnya uang yang beredar

Ilustrasi berbagai nominal mata uang rupiah Indonesia (pexels.com/Robert Lens)
Ilustrasi berbagai nominal mata uang rupiah Indonesia (pexels.com/Robert Lens)

Jika pertumbuhan jumlah uang beredar lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi, maka daya beli uang dapat menurun sehingga harga barang dan jasa cenderung naik.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan lebih banyak uang untuk membeli barang yang sama.

4. Defisit anggaran melebar

Konpers APBN KiTa edisi April 2026.
Konpers APBN KiTa edisi April 2026. (IDN Times/Triyan)

Defisit anggaran pemerintah juga dapat berkontribusi terhadap tekanan inflasi.

Pada negara berkembang, kebutuhan pembiayaan pembangunan yang tinggi sering kali menyebabkan kesenjangan antara penerimaan dan pengeluaran negara. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan harga dalam perekonomian.

5. Ekspektasi inflasi

ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)
ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

Di samping itu, ekspektasi inflasi turut memainkan peran penting. Ketika pelaku usaha dan masyarakat memperkirakan harga akan terus naik di masa depan, mereka cenderung menaikkan harga barang dan jasa atau meminta kenaikan upah.

Kondisi ini dapat menciptakan efek berantai yang membuat inflasi benar-benar terjadi dan semakin tinggi.

6. Krisis moneter

Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)
Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

Depresiasi nilai tukar yang tajam membuat biaya impor meningkat, sedangkan gangguan pada sektor keuangan dapat menghambat aktivitas ekonomi dan distribusi barang. Akibatnya, harga-harga di pasar berpotensi mengalami kenaikan.

Dalam konteks saat ini, pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan biaya impor bahan baku dan barang modal. Meski demikian, besarnya dampak terhadap inflasi akan sangat bergantung pada kondisi permintaan domestik, kebijakan pemerintah, serta langkah stabilisasi yang ditempuh oleh otoritas moneter dan fiskal.

Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Deti Mega Purnamasari
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More