Sebut RI Kental Budaya Sedekah, Zulhas: Pemberdayaannya di Mana?

- Menteri Zulkifli Hasan menyoroti budaya sedekah di Indonesia yang perlu diubah meski akan mendapat banyak hujatan.
- Zulhas menekankan perlunya pemberdayaan masyarakat agar bisa produktif, meskipun bantuan sosial untuk masyarakat rentan tetap diperlukan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas membeberkan tantangan berat bagi Indonesia saat ini.
Dia mengatakan, ada budaya kental yang harus diubah meski akan menghadapi banyak hujatan. Budaya yang dimaksud adalah sedekah. Hal itu dia kaitkan dengan subsidi besar-besaran yang diberikan pemerintah untuk masyarakat.
"Kita melatih, ini saya dihujat, tapi gak apa-apa. Kita melatih dalam demokrasi, semua itu memberi," kata Zulhas dalam Indonesia Summit 2025 Day 2, sesi Food Sovereignty for Economic Growth di The Tribarata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025).
Di berbagai lapisan masyarakat, menurutnya ada kebiasaan seseorang membayar untuk mendapatkan sesuatu dan orang lain menerima dengan tangan di bawah.
"Rakyat kita walaupun kurang, memberi. Sekarang, tangannya di bawah, ya, kan? Kita sudah membiasakan kasih beras 10 kilogram, kasih bantuan sosial Rp200 ribu, jadi dilatih sedekah," ujar Zulhas.
Zulhas menekankan, bantuan sosial untuk masyarakat rentan memang tak boleh dihentikan. Namun, pemberdayaan juga harus didorong agar masyarakat Indonesia bisa produktif.
"Saya gak menolak itu (pemberian bansos). Tetapi kalau rakyat kita terus kita latih begitu, pemberdayaannya di mana?" tutur dia.
Oleh sebab itu, Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan program-program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang akan memicu produktivitas masyarakat di desa-desa dan menciptakan pertumbuhan baru.
"Untuk negara kuat lahirnya dari Danantara. Yang anak muda yang agar dilatih itu tadi, menjadi pemberdayaan, maka lahirlah Kopdes," ucap Zulhas.