Apa Itu Investasi ORIS? Tenor, Kupon dan Cara Membelinya

- PT SMI meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur SMI (ORIS) sebagai instrumen investasi bagi WNI untuk mendanai proyek infrastruktur nasional, termasuk energi terbarukan dan fasilitas publik.
- ORIS hadir dalam dua seri: Seri A tenor 1 tahun dengan kupon 5,60% dan Seri B tenor 3 tahun dengan kupon 6,05%, berperingkat idAAA dari PEFINDO.
- Pemesanan dilakukan melalui penjamin emisi yang ditunjuk, dengan jadwal penawaran 9 Maret–9 April 2026 dan penerbitan unit pada 6 Mei 2026.
Jakarta, IDN Times - PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) merilis Obligasi Ritel Infrastruktur SMI atau ORIS sebagai pilihan investasi bagi warga negara Indonesia (WNI). Melalui produk tersebut, masyarakat bisa menaruh modalnya secara langsung untuk mendanai berbagai proyek pembangunan infrastruktur nasional yang dijalankan oleh perusahaan.
Dana yang masuk ke ORIS akan dialokasikan untuk membiayai proyek energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan limbah, hingga pembangunan fasilitas dasar seperti sekolah, rumah sakit, dan perumahan terjangkau.
Secara teknis, instrumen tersebut memfasilitasi investor individu untuk mendapatkan keuntungan sekaligus mendukung proyek yang berdampak sosial dan lingkungan.
1. Tenor, imbal hasil dan mekanisme investasi

PT SMI menawarkan dua pilihan tenor untuk investasi ORIS, yakni Seri A dengan jangka waktu satu tahun dan Seri B dengan tenor tiga tahun. Investor bisa mulai masuk dengan modal minimum Rp5 juta dan kelipatan Rp1 juta tanpa batas maksimal pemesanan.
Instrumen tersebut memiliki peringkat idAAA dari PEFINDO, yang menunjukkan tingkat keamanan investasi yang sangat tinggi.
Untuk imbal hasil, ORIS memberikan kupon tetap (fixed rate) sebesar 5,60 persen per tahun untuk Seri A yang akan jatuh tempo pada 16 Mei 2027. Sementara itu, Seri B menawarkan kupon lebih tinggi sebesar 6,05 persen per tahun dengan masa jatuh tempo hingga 6 Mei 2029.
Pajak kupon yang dikenakan adalah sebesar 10 persen. Karena bersifat tradable, investasi tersebut dapat diperjualbelikan kembali di pasar sekunder setelah melewati masa kepemilikan minimum (holding period) yang ditentukan.
2. Simulasi imbal hasil investasi ORIS

Berikut adalah gambaran keuntungan bersih (nett) yang diterima investor setelah dipotong pajak 10 persen untuk berbagai nilai investasi:
Tenor 1 Tahun (Seri A)
Investasi Rp5.000.000: Kupon Rp21.000 per bulan, total imbalan Rp259.000.
Investasi Rp50.000.000: Kupon Rp210.000 per bulan, total imbalan Rp2.590.000.
Investasi Rp100.000.000: Kupon Rp420.000 per bulan, total imbalan Rp5.180.000.
Investasi Rp500.000.000: Kupon Rp2.100.000 per bulan, total imbalan Rp25.900.000.
Investasi Rp1.000.000.000: Kupon Rp4.200.000 per bulan, total imbalan Rp51.800.000.
Tenor 3 Tahun (Seri B)
Investasi Rp5.000.000: Kupon Rp22.688 per bulan, total imbalan Rp816.750.
Investasi Rp50.000.000: Kupon Rp226.875 per bulan, total imbalan Rp8.167.500.
Investasi Rp100.000.000: Kupon Rp453.750 per bulan, total imbalan Rp16.335.000.
Investasi Rp500.000.000: Kupon Rp2.268.750 per bulan, total imbalan Rp81.675.000.
Investasi Rp1.000.000.000: Kupon Rp4.537.500 per bulan, total imbalan Rp163.350.000.
3. Prosedur pemesanan dan jadwal penerbitan ORIS

Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan investasi serta jadwal penting terkait penerbitan ORIS:
Registrasi: Calon investor menyampaikan minat melalui penjamin pelaksana emisi yang ditunjuk. Bagi yang belum memiliki akun investasi atau SID, proses pembuatannya akan difasilitasi sesuai ketentuan berlaku. Sebagai catatan, layanan melalui DBS hanya tersedia bagi nasabah kategori DBS Treasures atau DBS Private Client.
Pemesanan: Setelah akun terverifikasi, investor bisa melakukan pemesanan selama masa penawaran berlangsung melalui penjamin pelaksana emisi.
Pembayaran: Investor wajib menyediakan dana sesuai jumlah pesanan. Proses pembayaran mengikuti mekanisme dan batas waktu yang ditetapkan oleh masing-masing agen penjual.
Konfirmasi: Setelah pembayaran sukses, investor akan menerima konfirmasi transaksi. Unit ORIS nantinya akan tercatat di rekening surat berharga pada tanggal setelmen.
Jadwal
6 Maret 2026: Penetapan tingkat kupon.
9 Maret – 9 April 2026: Masa penawaran atau bookbuilding.
10 April 2026: Penetapan hasil penjualan.
6 Mei 2026: Setelmen atau penerbitan unit.
6 Juni 2026: Pembayaran kupon pertama sekaligus berakhirnya masa kepemilikan minimum (holding period).


















