Jakarta, IDN Times - Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Yoga Aribowo mengatakan kebutuhan air PLTP Gunung Ungaran berbeda antara tahap pengeboran dan saat pembangkit sudah beroperasi.
Menurut dia, setelah pembangkit menghasilkan listrik, kebutuhan air tidak lagi besar. Air lebih banyak digunakan untuk kebutuhan domestik kantor, mess, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Setelah memproduksi listrik, PLTP tidak akan ada lagi kebutuhan air yang besar, paling hanya untuk domestik kantor atau mess, dan fasilitas lain. Itu kebutuhan airnya tidak akan signifikan,” kata Yoga dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).
